Begini Kiat Membawa Calya Ke Bromo

Probolinggo – Bodi tergolong bongsor untuk mobil bermesin 1.200 cc, Toyota All New Calya memiliki kemampuan yang memadai saat melewati tanjakan Bromo. Berbekal transmisi otomatis 4 percepatan, ternyata cukup mengasyikkan saat memainkan tuasnya.

Tuas transmisi yang terletak di dasbor memberikan kemudahan ergonomis bagi pengemudi. Perpindahan dari D4-3-2 atau sebaliknya saat mobil berjalan sangat ringan. Oh ya, jangan lupa tekan tombol krom (di sisi kanan) secara bersamaan saat memindahkan tuasnya. Bila tombol ini tak ditekan, maka perpindahan tuas sulit dilakukan.

Sebelum menanjak di jalanan Bromo, Otoplasa sempat memainkan perpindahan tuas dari posisi D4 ke 3. Maksudnya ingin mengetahui sampai sejauh mana efek akselerasi ketika melakukan kick down. Rupanya Calya cepat memberikan respon keinginan pengemudi. Jalanan yang mulai menanjak dengan mudah terlewati.

Ketika menemui tanjakan yang mulai ekstrim, giliran Otoplasa memindah tuas ke posisi 2. Disinilah limpahan torsi maksimal 11 kgm atau 108 Nm tercapai dengan mudah di putaran 4.200 rpm. Oh ya berat kosong Cayla di kisaran 990 kg, ditambah dengan 3 orang penumpang plus tangki bensin kondisi full yang hanya turun 1 strip dari Surabaya, bisa jadi berat LCGC yang Otoplasa tumpangi menjadi 1.250-an kg.

Meski demikian Cayla tetap berjalan naik secara pasti. Injakan pedal gasnya terasa smooth. Yang pasti berkat teknologi drive by wire, Anda tak perlu menginjak pedal gas sampai habis! Cukup dirunut secara perlahan, maka sistem ECU akan mengatur secara otomatis berapa torsi dan tenaga yang disalurkan ke roda depan. Alhasil tanjakan Bromo yang terkenal menyulitkan bisa terlewati dengan mudah.

Sekadar info tambahan, waktu itu kondisi permukaan aspal lumayan licin mengingat sempat turun hujan. Jadi bilamana cuaca cerah, maka mendaki jalanan menanjak yang kering bersama Calya akan lebih mudah.

Saran Otoplasa, bagi yang sudah piawai memakai transmisi otomatis maupun manual, dan berencana membeli mobil ini, lebih baik gunakan yang matik. Alasannya selain kenyamanan, transmisi otomatis juga mampu meladeni jalanan menanjak khas pegunungan. Untuk itu Anda harus pintar memilih dan memindahkan saat kapan memakai D4, 3 atau 2.

Biar otomatis ada efek engine brake
Bila tanjakan sudah ditaklukkan, bagaimana kiat melewati jalanan menurun saat meninggalkan Bromo?
Selama ini muncul anggapan bahwa mobil bertransmisi otomatis sulit dikendalikan saat melewati jalanan menurun. Cara paling aman adalah injak pedal rem sesering mungkin.

Jika itu terbersit di benak Anda, maka buang jauh-jauh anggapan tersebut. Cukup memindahkan tuas transmisi matik ke posisi 3 atau 2, maka efek engine brake telah dapat dirasakan saat jalanan menurun. Anda pun tak perlu lagi sering menginjak rem. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="536"] Themes: text, flat