Bye Bye Lombok. Thanks HSC!

Day 3 Honda BR-V Braver Exploration with Honda Surabaya Center

Lombok (otoplasa.com) – Hari ketiga atau the last day Braver Exploration with Honda Surabaya Center telah terbayang di depan mata. Jujur, keindahan Lombok yang eksotis benar-benar berat untuk meninggalkannya.

Di hari terakhir kami meninggalkan Hotel Novotel menuju ke Desa Sade. Inilah desa wisata mandiri yang mampu memberikan manfaat bagi sesepuh desa, tokoh adat setempat hingga anggota masyarakat Sade sendiri.

Sade merupakan dusun yang terletak di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Beragam adat istiadat masih terekam di kehidupan sehari-hari warga Sade. Misalnya bentuk rumah adat yang beratap ilalang dan bahan pelapisan lantai dan tembok rumah, yang menggunakan kotoran kerbau.

Hanya saja kotoran yang dimaksud adalah yang masih baru keluar. Yang langsung dioleskan ke lantai maupun tembok hingga dibiarkan mengering. Memang bagi yang tak biasa akan merasa risih dan bau. Namun dibalik itu ada manfaatnya, yakni nyamuk tak akan berani mendekat atau bahkan memasuki rumah.

Keunikkan lainnya adalah rata-rata penghuni Desa Sade menawarkan souvenir, kain tenun, hingga kopi tumbuk sebagai mata pencaharian. Harganya pun lumayan terjangkau.

Tak kalah bikin seru adalah tarian bukti kejantanan Peresean. Tarian dilakukan dua orang pria dewasa Suku Sasak dipersenjatai dengan sebilah rotan dan tameng Ende dari kulit kerbau. Nah keduanya akan bertarung seperti sungguhan, meski yang wajib dipukul adalah perisainya.

Jadi bagi yang berkunjung ke Lombok, selain wisata alam pantai yang indah jangan lupakan untuk berkunjung ke Desa Sade. Inilah lokasi wisata yang layak untuk membawa beragam barang oleh-oleh kembali ke tempat asal.

Menuju Bandara
Usai berkeliling Sade, kami pun menyempatkan makan siang dan bersiap menuju Bandara Internasional Lombok. Selama perjalanan, rasanya ingin ‘membelot’ belum mau diajak kembali ke Surabaya. Untunglah BR-V yang kami naiki telah dikemudikan oleh perwakilan dari Honda Naga Motor. Sehingga mau tak mau kami pun tearah menuju Bandara.

Tiba di ruang tunggu sambil menanti panggilan dari Garuda Airlines bagi penumpang ke Surabaya, kami singgah di Starbuck. Selang beberapa puluh menit kemudian, panggilan yang kami nanti pun tiba.

Yang menarik ketika pesawat telah mengudara selama beberapa menit, hamparan pantai berwarna merah muda terlihat dari angkasa. Ya, itulah Pink Beach yang telah kami kunjungi sehari sebelumnya. Sayangnya karena kamera di smartphone telah off, rasanya tak sempat untuk merekam momen istimewa di balik kaca pesawat. Terlebih aturan penerbangan mewajibkan semua perangkat elektronik untuk off.

Thanks HSC
Tak perlu berlama-lama, perjalanan dari Lombok menuju ke Juanda hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Jarak sekitar 600 km itu terasa dekat dan kami kembali ke aktifitas semula. Yakni kembali bersua dengan kemacetan Sidoarjo – Surabaya, terlebih waktu tiba mendekati dengan jam pulang kerja sore.

Dari pengalaman tiga hari bersama Honda BR-V Braver Exploration di Lombok, membuka cakrawala Otoplasa bahwa masih ada bagian dari Indonesia yang layak menjadi jujukan wisata. Apalagi jika wacana pembuatan sirkuit internasional di Mandalika terealisasi, Lombok akan muncul sebagai obyek wisata andalan baru.

Sungguh pengalaman menantang dari Honda Surabaya Center yang memilih Lombok teramat berkesan. Sekali lagi, thanks HSC! (anto)

Jajaran kain tenun Sasak yang memikat mata

Beragam souvenir khas Lombok turut dijajakan

Warga Sade lanjut usia terkenal tak paham bahasa Indonesia

Tarian kejantanan Peresean

Kain tenun dibuat secara tradisional

Kopi tumbukan turut dijajakan

Duh saatnya meninggalkan Lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="4463"] Themes: text, flat