Dubes AS Buka Program Pertukaran Pelajar Ponpes

Surabaya (Otoplasa.com) – Dalam rangka agenda kunjungan dinas ke sejumlah daerah di Indonesia wilayah Timur, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan, Jr menyempatkan waktu untuk melakukan kunjungan singkat ke Masjid Cheng Hoo Surabaya pada hari Rabu (09/05/2018) lalu. Kedatangan Dubes Donovan yang didampingi oleh Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Heather Variava beserta Staff, disambut hangat oleh sejumlah Pengurus Yayasan Masjid Cheng Hoo Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah progam pertukaran pelajar dari sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Indonesia dan Yayasan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Yayasan Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Abdullah Nurawi, bahwa program pertukaran pelajar rencananya akan dimulai tahun ini. Sebelumnya dari pihak AS juga sudah mengundang salah satu Ustadz dari Masjid Cheng Hoo Surabaya, yaitu Ustadz Hasan Basri. Yang selama 3 (tiga) minggu berada di Negeri Paman Sam dalam rangka mengikuti study banding pada Program International Vistor Leadership. “Salah satu misi yang diharapkan dalam mengikuti program study banding tersebut, adalah untuk belajar persepsi keberasamaan beragama dan budaya dengan pihak AS,” lanjut Nuwawi.

Selain berdialog dan tukar pikiran dengan para Pengurus Yayasan Masjid Cheng Hoo Surabaya, Dubes Donovan juga berkesempatan melakukan “touring” ke areal masjid yang diresmikan oleh Mentri Agama RI, Prof. Dr.H. Said Agil Husain Al-Munawar, MA pada tanggal 28 Mei 2003. Serta mengunjungi sekolah TK dan SD yang dikelola oleh Yayasan Masjid Cheng Hoo yang berlokasi sekitar beberapa meter di belakang bangunan masjid.

Dihadapan awak Media, Dubes Donovan mengungkapkan: “Merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa berkunjung ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Para Pengurus dan jemaah di Masjid Cheng Hoo merupakan contoh yang luar biasa terhadap nilai-nilai toleransi, keberagaman dan rasa saling menghormati. Terutama rasa menghormati para kelompok-kelompok minoritas”.

Lebih lanjut Dubes Donovan yang ternyata fasih berbahasa Mandarin, juga menjelaskan dalam rangka meningkatkan toleransi antar umat beragama dan kebudayaan, maka dalam waktu dekat akan diadakan program pertukaran pelajar/mahasiswa AS ke sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Indonesia dan Yayasan Masjid Cheng Hoo, Surabaya.

Program tersebut akan menerima kedatangan sejumlah pelajar/mahasiswa dari AS ke beberapa Pondok Pesantren di wilayah Indonesia. Salah satu tujuannya adalah untuk pembelajaran bahasa Inggris. Selain juga pembelajaran tentang budaya dan keaneka-ragaman agama dari masing-masing negara. “Anak-anak Pondok Pesantren dapat belajar bahasa Inggris, budaya dan aneka ragam agama,” lanjut Dubes Donovan.

Pada akhir pertemuan yang ditandai dengan saling tukar cindera, Dubes Donovan berharap dengan adanya kerjasama antara pihak Amerika Serikat dan Indonesia ini bisa meningkatkan dan saling menguntungkan untuk penguatan hubungan diplomatik antar kedua negara. Khususnya dalam hal toleransi antar agama dan keberagaman budaya. (Von)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="4962"] Themes: text, flat