Insinyur F1 Sesalkan Perceraian McLaren Honda

Mantan insinyur F1 Joan Villadelprat (photo by Autobils.es)

Spanyol (otoplasa.com) – Hasil impresif Tim Torro Roso bersama Honda pada tes pramusim Formula 1 musim 2018 di Barcelona mengindikasikan bahwa kerjasama mereka akan harmonis. Bahkan bisa jadi pada 2019 nanti, RedBulls akan tertular untuk memakai mesin Honda.

Demikian keyakinan mantan insinyur F1 Joan Villadelprat. Insinyur pengalaman asal Spanyol yang pernah membela McLaren, Ferrari, Benetton dan Prost ini menjelaskan perceraian McLaren yang meninggalkan Honda adalah suatu kesalahan fatal. Menurutnya dengan memilih mesin dari Renault, tak akan menjadikan keadaan jauh lebih baik.

Hasil tes pramusim yang menempatkan Torro Roso sebagai tim terbanyak melakukan 324 laps membuktikan bahwa Honda telah berubah menjadi mesin yang berdaya tahan tinggi. McLaren terlalu terburu-buru berpaling dari pabrikan Jepang tersebut.

“Adalah tergesa-gesa melakukan perubahan dengan pabrikan yang lain. McLaren akan kehilangan semua kelebihannya terhadap Honda,” wanti Joan.

Dia menjelaskan keeksklusifan McLaren jika dibandingkan antara Honda dan Renault sangat berbeda. Honda yang memasok untuk satu tim, tentu akan berbeda perlakuan dengan Renault yang memiliki tim sendiri, RedBulls dan McLaren. Honda lebih fokus sementara Renault akan berusaha jangan sampai tertinggal dengan McLaren. Pengalaman bertahun-tahun selalu tertinggal dengan RedBulls tak mau bertambah dengan kehadiran McLaren, yang 2018 memakai mesin yang sama.

“Sebagai pelanggan Anda selalu memiliki keterbatasan, terutama saat bersama Renault. Sangat masuk akal mereka tentu sangat ingin mengalahkan McLaren,” tutur Joan.

Lebih lanjut dia memaparkan meski secara aerodinamika McLaren sangat maju, dalam pengembangannya Renault juga akan berkembang. Saat itulah kondisi keduanya akan bersaing dan bisa saja merembet ke hal yang lain. Apalagi santer diramalkan McLaren bakal berupaya kembali ke deretan tim top, meski harus bersinggungan dengan tim pemasok mesinnya sekalipun.

Ingat, beberapa tim pemasok, ala Ferrari dan Mercedes, lebih dominan dibandingkan dengan tim-tim pelanggannya. “Mereka tidak menginvestasikan semua uang itu dari Paris tanpa ambisi mereka sendiri,” urai Joan.

Joan tak menampik penampilan McLaren bersama Fernando Alonso berpeluang kembali ke podium. Namun tetap akan sulit karena harus bersaing dengan tim-tim yang telah mapan. “Saya tidak ragu Fernando akan naik podium, tapi saya pikir itu akan sangat sulit,” terangnya.

Dia memperkirakan persaingan tahun ini akan lebih menarik. Toro Rosso-Honda yang berbasis di Faenza dapat menciptakan beberapa kejutan. “Saya tahu betul bahwa mereka akan sangat cocok dengan Honda dan ini bisa menggaet Red Bull pada 2019 nanti.”

Joan yakin potensi Honda akan sangat membantu dalam segala hal untuk mengembangkannya. Tradisi semangat tak kenal menyerah peninggalan Soichiro Honda akan berimbas. Seperti diketahui sang pendiri Honda itu sebelum meraih kesuksesannya, telah menjalani lebih dari 1000 kegagalan.

Bagaimanapun Honda tentu sudah bosan dan tahu diri, bahwa dianggap menjadi biang kegagalan McLaren selama tiga tahun adalah hal yang tak mengenakkan. Kini saatnya membuktikan bahwa musim 2018 adalah kebalikkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Terlebih masing-masing pembalap Torro Roso, Pierre Gasly dan Brendon Hartley siap akan memberikan kejutan. “McLaren akan menyesal karena Honda bersama Torro Roso akan membikin mereka kesulitan,” yakin Brendon.

Akankah sesuai prediksi ini?
Kita tunggu saja. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="4287"] Themes: text, flat