Keputusan Dalam Membeli Mobil

Surabaya (otoplasa.com) – Saat ini berbagai macam sarana transportasi ditawarkan untuk mempermudah orang dalam bearaktifitas. Sarana transportasi ada kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Mobil adalah salah satu transportasi yang dapat digunakan sebagai kendaraan umum maupun kendaraan pribadi yang banyak dijumpai di dalam masyarakat.

Secara umum pengguna mobil dibedakan menjadi tiga yaitu pengguna mobil pribadi, pengguna mobil instansi (kantor), dan pengguna umum. Masyarakat memiliki kecenderungan dalam pemilihan dan pembelian jenis mobil baru. Pemilihan tersebut merupakan proses untuk menentukan keputusan alternatif yang akan dipilih konsumen dalam pembelian mobil.

Perusahaan perlu meningkatkan kegiatan pemasaran yang menekankan pada kebijakan pengembangan proses keputusan pembeli konsumen akan dijelaskan dalam gambaran berikut. (Philip Kotler, 2007):
a. Pengenalan Masalah. Proses ini dimulai dengan pembeli mengenali suatu masalah atau kebutuhan pribadi konsumen. Suatu keluarga mempunyai masalah harus mempunyai alat transportasi untuk dapat lancar melaksanakan aktivitas sehari hari.
b. Pencarian Informasi .Seorang konsumen yang telah diransang kebutuhan itu dapat atau tidak dapat mencari informasi. Sumber informasi tersebut antara lain keluarga, iklan, media masa dan pengguna produk Proses ini dimulai dengan pembeli mengenali suatu masalah atau kebutuhan pribadi konsumen.
c. Evaluasi Alternatif. Hal tersebut berkaitan demgan bobot yang diberikan terhadap produk dengan membandingkan antara satu produk dengan produk yang lain. Sarana Internet dan media social bisa membantu untuk membandingkan berbagai pilihan dan juga harus datang ke showroom untuk test drive tentunya.
d. Keputusan Membeli. Konsumen membentuk suatu niat membeli atas dasar faktor seperti pendapatan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan . Disini anggota keluarga juga berperan dalam memutuskan jenis mobil, warna, dan benefit-benefit yang ditawarkan oleh ATPM.
e. Perilaku Sesudah Pembelian. Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Apabila konsumen puas maka dia akan menjadi konsumen loyal dan akan meyebarkan dari mulut kemulut ( word of mounth) terhadap koleganya. Namun apabila tidak puas maka konsumen akan mengeluh secara langsung ke ATPM lewat saluran yang disediakan. Apabila tidak puas maka akan berlanjut ke keluhan lewat media social dan media lainnya. Bahkan kalau tetap tidak puas konsumen akan melakukan tuntutan secara hukum kepada ATPM tersebut

Pada saat ini begitu banyak jenis mobil yang beredar dipasar dengan berbagai macam bentuk, kegunaan dan keunggulannya, sehingga banyak alternative pilihan di pasaran yang dihadapi konsumen untuk mengambil keputusan akhir mobil mana yang akan dibeli sesuai dengan keadaan konsumen tersebut, baik dari segi harga, kualitas, kegunaan, pelayanan atau service, garansi, kemudahan mendapatkan spare part, nilai jual kembali, kenyamanan, warna dan masih banyak lagi. Oleh karena itu masing-masing produsen mobil berusaha memberikan nilai tambah atau “added-value” kepada para konsumennya, sehingga produk mereka memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan produk pesaingnya dan mendorong para konsumen untuk membelinya.

Penulis adalah CEO Global Tira Grup dan Dosen Tetap STIESIA Surabaya pemegang Sertifikasi Dosen Nasional nomor : 12107300102352

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="3308"] Themes: text, flat