Kompensasi Yaris Heykers Terbalas Sempurna

Surabaya – Baru dikenalkan di Surabaya, tujuh unit Toyota New Yaris Heykers telah berada dalam kendali para jurnalis. Crossover pertama Toyota itu dipaksa unjuk kemampuan ke wisata Bhakti Alam Pasuruan.

Tidak mengherankan jika memilih lokasi tersebut. Kondisi jalannya boleh dibilang semi offroad. Ada yang beraspal namun berlubang besar dan dalam, serta ada sebagian yang masih berkontur tanah. Jalanannya pun turun naik, sesuai dengan filosofi nama Heykers yang berarti mendaki.

Dengan tampilan yang lebih sporty, Yaris Heykers memang berbeda dengan Yaris pada umumnya. Sosoknya lebih tinggi berkat pemakaian suspensi TRD (+20 mm). Ground clearance-nya melar menjadi 184 mm dan ukuran ban yang lebih besar 195/55 R16 (+15 mm).

Berkat perpaduan di atas, Yaris Heykers pun terasa mudah dikendalikan saat melewati jalanan semi offroad. Tak kalah penting adalah kenyamanannya di dalam kabin yang masih terjaga sempurna. Bayangkan, tiap kali menemui jalanan yang tak rata, ayunan suspensi TRD baik di roda depan dan belakang, seakan mampu meredam goncangan yang terjadi.

Oh ya, desain jok yang lebih sporty, seakan turut menjaga tubuh Otoplasa dari beragam goncangan. Berkat desain jok yang seakan memeluk tubuh dari belakang, bantingan ke kiri kanan seakan teredam. Geliat suspensi TRD yang dinamis, ditambah desain jok serta sistem peredaman kabin, menjadi jawaban mengapa Yaris Heykers tetap nyaman melewati jalanan Bhakti Alam.

Di Tol Pun Tetap Nyaman
Pemakaian suspensi TRD yang lebih panjang, memang memberikan kompensasi tersendiri. Di jalanan semi offroad, terbukti Yaris Heykers masih mampu memberikan kenyamanan dan menghilangkan rasa was-was bila bertemu gundukan ataupun jalanan berlobang.

Lantas bagaimana bila dipacu di jalan bebas hambatan?
Pada kondisi ini, Otoplasa merasakan memang ada gejala limbung saat memacunya di tol Surabaya Pandaan. Namun hal ini wajar mengingat speedometer telah mencapai kecepatan 150 km/jam. Apalagi ketika itu kondisi jalan agak menikung ke kiri.

Suspensi yang lebih tinggi memang memberikan kompensasi seperti di atas. Kendati demikian Otoplasa yakin bila memakai Yaris yang non Heykers, bisa jadi gejala limbung bakal teredam sempurna. Hanya saja pertanyaannya apakah Anda sering memacu kecepatan hingga di atas 150 km/jam? Atau Anda lebih sering melewati jalanan yang tak rata di segala medan?

Dari dua pertanyaan tadi, rasa-rasanya kondisi jalanan yang tak rata dan bergelombang itulah yang patut kita antisipasi. Dan jawabannya pasti, Otoplasa lebih merekomendasikan pilihan pada Yaris Heykers. Biarlah kecepatan maksimal tak tercapai di jalan bebas hambatan, asalkan kenyamanan dan terutama keselamatan tetap terjaga ketika melewati jalanan yang tak rata.

Mesin Baru Terbukti Ekonomis
Selain menjajal kepiawaian suspensi TRD, mesin baru berkode 2NR-FE berkapasitas 1.496cc Dual VVT-i, juga memberikan sensasi tersendiri. Dapur pacunya sejenis dengan Toyota Sienta.

Kebetulan Otoplasa mendapatkan Yaris Heykers bertransmisi otomatis 7-speed CVT. Transmisinya sangat halus dan yang bikin kagum, efek kick down-nya lumayan responsif. Kalaupun Anda tak gemar melakukan kick down saat mendahului kendaraan yang berada di depan, coba geser tuas transmisi dari posisi D ke kanan (arah pengemudi). Kini perpindahan gigi sepenuhnya berada di kendali Anda. Cukup mainkan tuas ke atas atau ke bawah, maka perpindahan gigi secara manual bisa Anda lakukan.
Sangat menyenangkan!

Dari kombinasi pemakaian transmisi di posisi D dan sekali-kali bergaya ala manual, konsumsi bbm lumayan ekonomis. Dari perjalanan Surabaya – Bhakti Alam Pasuruan kembali ke Kota Pahlawan, membukukan 10,3 km/liter. Padahal di dalam kabin Yaris Heykers bersemayam empat penumpang dewasa dengan bobot rata-rata 80 kg/orang!

Bagaimana, siapkah Anda berpetualang? (anto)

Siap diajak berpetualang

Konsumsi BBM cukup irit segala medan

Transmisi bisa matik dan manual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="543"] Themes: text, flat