Misi Sosial Di Atas Laut

RS Terapung Ksatria Airlangga
Surabaya (otoplasa.com) – Misi sosial Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga kembali terulang. Kali ini menuju Pulau Sapeken, Madura. Sebelumnya memberikan pelayanan kesehatan di Pulau Bawean dan Pulau Kangean.

Upacara pelepasan rumah sakit yang berbentuk kapal pinisi dilakukan di pelabuhan Syahbandar Tanjung Perak. Mengusung tema Bakti Sapeken merupakan kerja sama dengan Investree. ”Ini merupakan CSR pertama kami bersama RST Ksatria Airlangga,” papar Dr Amirrudn, co-founder Investree.

Kegiatan yang berlangsung 1-7 Mei itu diselenggarakan karena banyak penduduk pulau-pulau kecil seperti Sapeken kesulitan mendapatkan pelayanan ke­sehatan yang memadai. Fenomena itulah yang kemudian membuat mereka tergerak. ”Akhirnya kami bersama-sama membangun pemerataan dan kemudahan akses fasilitas kesehatan di Indonesia,” jelas pria yang akrab dipanggil Amir.

Harapannya, program tersebut juga bisa menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk bisa membantu mewujudkan akses kesehatan yang memadai untuk semua kalangan. ”Jadi, kunjungan ke pulau-pulau tidak hanya berhenti sampai di sini,” sambungnya.

Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga Dr dr Christijogo Sumartono SpAn (KAR) menyambut bantuan dari pihak Investree itu secara positif. ”Kami sangat bersyukur bisa menyatukan misi yang sama-sama berbasis inklusif,” terangnya.

Dia sangat berharap agar adanya gerakan sosial seperti itu bisa mengundang banyak pihak untuk sadar dan peduli akan masyarakat di luar sana yang membutuhkan bantuan medis yang memenuhi. Khususnya di pulau-pulau terpencil.

Sementara itu Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN turut andil dan terpanggil untuk bergabung dalam pelayanan kepada masyarakat kepulauan. YBM PLN menyadari bahwa masyarakat di kepulauan terutama yang tidak mampu akan sangat mengharapkan adanya pelayanan dengan fasilitas kesehatan lengkap berada di dekatnya.

Dalam perjalanan menuju Sapeken, Kapal akan berlabuh di Pelabuhan Kalianget untuk menambah beberapa pasukan Medis. TIM Medis yang berjumlah cukup banyak ini akan melayani 900 masyarakat Pulau Sapeken selama 5 hari, statistik ini akan tercatat untuk diajukan dalam Rekor Museum Indonesia (MURI) sebagai pelayanan terhadap pasien terbanyak yang dilakukan diatas kapal (terapung).

Pelayaran yang ketiga itu diikuti tim dokter dari berbagai macam spesialis. Total, 43 orang yang dilibatkan dalam misi Bakti Sapeken tersebut. Dokter-dokter itu gabungan dari dokter spesialis bedah umum, spesialis bedah plastik, spresialis anastesi, spesialis obgyn, dan spesialis penyakit dalam. Juga spesialis anak, spesialis jantung, spesialis THT, spesialis gigi dan mulut, spesialis ortopedi, spesialis mata, dokter umum, perawat, serta petugas administrasi. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="4820"] Themes: text, flat