Royal Enfield Retak Sasis

India – Berbicara India tak bisa terlepas dari pasar otomotif yang juga berimbas ke Indonesia. Beberapa merek otomotif yang dirakit di Negeri Sari, kini bukan hal yang aneh bisa ditemui di jalanan Tanah Air. Sebut saja Suzuki Ignis, Renault Kwid, hingga beberapa merek roda dua ala BMW, KTM serta Royal Enfield.

Nah kabar mengejutkan datang dari Jason D’Souza, pemilik Royal Enfield Himayalan dari Mumbai. Beberapa hari lalu dia terpaksa menghentikan motornya akibat rangka motornya yang retak. Beruntung sekali tak terjadi cedera ketika motornya melaju antara kecepatan 30 – 40 km/jam. Merasa kualitas motornya sangat buruk, dia pun ingin mengembalikan motornya ke Royal Enfield dan tak ingin lagi membeli motor dari merek yang sama.

Saat menyampaikan keluhannya di bengkel resmi Royal Enfield terdekat, disarankan mengklaim asuransi untuk kerangka yang retak. Tak puas dengan solusi yang ditawarkan, Jason yang membeli motornya pada Juni 2016 lalu dan telah menempuh jarak 7.000 km berencana mengambil jalur hukum.

Tak ayal tuntutan Jason ini berbuah viral di media sosial India dan diliput banyak media otomotif, seperti cartoq, drivespark dan yang lain. Rata-rata menyesalkan mengapa motor asal Inggris yang dirakit di India itu minim kualiti kontrolnya. Andai keretakan sasis terjadi pada motor yang dipacu dengan kecepatan tinggi, tentu sangat membahayakan pengendaranya.

Beberapa pengamat menganalisa ini akibat metalurgi yang buruk. Seorang ahli las asal Australia, Mal Mathers menjelaskan besar kemungkinan memang faktor kualiti kontrol yang kurang.

“Sasis yang retak bisa jadi dari kecelakaan atau tekanan terus menerus dari kebiasaan motor standing. Namun jika Anda melihat dari dekat, bagian bawahnya berkarat sementara bagian atasnya bersih. Hal ini menunjukkan bahwa ia telah gagal di bagian bawah pertama dan kemudian bagian atas. Saya adalah seorang tukang las selama lebih dari 30 tahun,” analisa Mathers.

Kasus serius ini patut dicermati dan segera diselesaikan Royal Enfield, mengingat merek ini telah hadir di Tanah Air. Sejauh ini di Indonesia produk yang ditawarkan adalah Bullet, Classic, Rumbler dan Continental GT dengan rentang harga mulai Rp 54 juta – 144 juta. Sementara Himalayan tak ada di list yang ditawarkan. (Anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="1830"] Themes: text, flat