Terlalu Dini Singkirkan Kijang Innova

Surabaya (otoplasa.com) – Kehadiran Wuling Cortez yang sarat fitur dan diposisikan sebagai penantang MPV mapan di Indonesia, memunculkan beragam komentar. Memiliki fitur yang lebih lengkap, beberapa media menyebutnya sebagai ‘Innova Killer’ hingga si penjagal.

Bagi Otoplasa, terlalu dini memunculkan istilah tersebut. Memang banyak produsen otomotif yang ingin mengejar, menyamai hingga menyalip prestasi Toyota Kijang Innova. Hanya saja sejak belasan tahun lalu, misi tersebut seakan impossible. Sebut saja Nissan Livina yang dulu hadir dengan pilihan mesin 1.800 cc dan 1.500 cc, yang juga dicap mengusung misi Innova Killer, ternyata gagal. Justru yang varian 1.800 cc kini tak diproduksi lagi.

Nah Cortez yang juga bermesin 1.800 cc, coba peruntungan di pasar otomotif nasional. Memang beberapa fiturnya tak ada di Innova, diantaranya;
– rem parkir elektrik,
– sunroof,
– pembuka jendela otomotis via kunci remote,
– automatic vehicle holding (di Honda disebut auto brake hold) dan,
– traction control.

Apakah fitur-fitur di atas mampu menumbangkan Innova yang mengusung nama besar Kijang, yang telah mapan sejak puluhan tahun lalu di Indonesia?
Rasanya sulit! Bahkan bisa terkesan jauh panggang dari api.

Kendati demikian, Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, menyambut positif kehadiran Wuling Cortez. Menurutnya konsumen lebih diuntungkan karena banyak pilihan, selain itu bisa memacu Toyota untuk memberikan beberapa fitur tambahan sebagai masukan pengembangan produk.

“Kita menanggapinya positif seperti menimbang product improvement kami, value kami,” tuturnya. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[related_post themes="flat" id="3381"] Themes: text, flat