Ertiga Hybrid Ubah Paradigma Mobil Mahal

Jakarta – Teknologi hybrid yang selama ini diklaim sebagai penyebab utama mahalnya harga mobil ramah lingkungan, pelan tapi pasti mulai diubah oleh Suzuki Ertiga Diesel Hybrid. Di sini Suzuki coba memberikan alternatif bahwa hybrid tak selamanya untuk mobil kelas premium, melainkan bisa diterapkan pada low MPV sekalipun.

Di sini Otoplasa sekilas coba memberikan gambaran bahwa hybrid pada Ertiga, berbeda ‘kelas’ dengan teknologi full hybrid pada Toyota Prius. Pada Prius, setiap roda tersemat tenaga penggerak dari baterai. Selain itu keistimewaan lainnya adalah meski mesin mati tapi kondisi baterai full, Prius masih bisa diajak keliling jalanan hingga sejauh 80 km.

Namun dibalik kelebihan Toyota Prius full hybrid yang berpengaruh pada pajak kendaraan dan harga mobil, Suzuki muncul memberikan alternatif yang bisa diterima akal dan lebih cerdas, yaitu teknologi mild hybrid atau hybrid ‘sederhana’ yang konsekuensinya memberikan harga mobil yang lebih murah serta tetap irit dalam mengkonsumsi bbm. Bayangkan saat ujicoba bersama rekan media konsumsi bbm-nya tembus 31,14 km/liter.

Langkah inilah yang mungkin bisa diterima oleh konsumen Tanah Air. Bahwa mobil ini hemat bbm dan harga mobilnya lebih terjangkau karena Suzuki membandrolnya Rp 219,5 juta (otr Jabodetabek).

Lalu seperti apakah cara kerja mild hybrid pada Ertiga?
Saat mobil melaju normal, mesin bekerja sekaligus mengisi baterai yang dibantu oleh teknologi Integrated Starter Generaor (ISG). Teknologi ini memiliki dua fungsi berbeda. Pertama sebagai generator untuk menangkap dan menyimpan energi ke baterai saat kendaraan deselerasi. Deselerasi ini seperti saat melakukan pengereman, dimana energi ketika laju mobil diperlambat akan ditangkap oleh ISG sebagai tambahan daya untuk ditampung di baterai.

Kedua sebagai motor yang akan memberikan tambahan daya ke mesin saat akselerasi. Jadi ketika pengemudi menginjak pedal gas, bakal ada tenaga tambahan daya sebesar 9 Hp dari baterai yang diteruskan ke mesin, terutama ketika putaran mesin telah menyentuh 4.000 rpm. Kondisi ini tak ubahnya booster yang mendapatkan tenaga ekstra. Jadi jangan heran torsinya mencapai 200 Nm ala mobil-mobil SUV bermesin 2.000 cc ke atas!

Oh ya mengingat Suzuki Ertiga menggunakan tenaga penggerak roda depan, maka integrasi sistem pengisian dan penambahan daya oleh ISG hanya terjadi di dua roda depan saja. Sementara roda belakang ‘terbebas’ dari sentuhan ISG. Nah dari sini bisa dibandingkan bahwa teknologi hybrid Ertiga berbeda dengan Prius yang menerapkan pada seluruh rodanya. Hingga harga Prius pun melejit hingga Rp 635 juta. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *