otoplasa.com, Tokyo – Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) bakal memasarkan truk listrik eCanter ke pasar Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Filipina. Langkah ini menurut Nikkei sebagai upaya perusahaan untuk menjadi pelopor dalam segmen kendaraan niaga listrik ringan di kawasan yang selama ini didominasi oleh truk bermesin diesel dan kehadiran produsen otomotif asal Tiongkok.
MFTBC telah memulai uji coba berkendara (test drive) untuk pelanggan di Filipina, serta memberikan pelatihan penjualan dan pemeliharaan kepada dealer lokal. Penjualan resmi eCanter dijadwalkan dimulai tahun ini, dengan pengiriman unit buatan Jepang tersebut juga direncanakan dalam waktu dekat.

Perbandingan Teknis eCanter vs Truk Diesel Konvensional
eCanter merupakan truk ringan bertenaga listrik yang dirancang untuk mendukung pengiriman logistik ramah lingkungan di perkotaan. Berikut adalah perbandingan teknis antara eCanter dan truk diesel konvensional dari Mitsubishi Fuso:
Truk listrik eCanter sendiri dirancang untuk penggunaan jarak pendek dan menengah di area urban, cocok untuk kebutuhan logistik kota yang mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.
Potensi Pasar di Malaysia dan Filipina
Malaysia dan Filipina menjadi target awal karena keduanya tengah mendorong elektrifikasi kendaraan sebagai bagian dari komitmen pengurangan emisi karbon dan transisi energi bersih. Di Malaysia, pemerintah telah memberikan insentif fiskal bagi kendaraan listrik, termasuk pembebasan cukai impor dan pajak jalan. Infrastruktur pengisian daya juga mulai dikembangkan, meskipun masih terbatas di luar kawasan metropolitan seperti Kuala Lumpur. Permintaan kendaraan niaga listrik diprediksi meningkat seiring komitmen korporasi besar dalam rantai pasok yang berkelanjutan.
Sementara itu, Filipina menunjukkan potensi pasar yang besar meski infrastruktur pengisian daya masih dalam tahap awal. Pemerintah setempat mulai mendorong elektrifikasi armada transportasi umum dan logistik, sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan polusi udara di kota-kota besar seperti Manila dan Cebu. Kehadiran eCanter menjadi peluang awal Mitsubishi Fuso untuk membangun brand image sebagai pelopor truk listrik di Filipina.
Dengan memperkenalkan eCanter lebih awal, Mitsubishi Fuso berusaha mengambil posisi strategis sebelum dominasi merek-merek Tiongkok di segmen kendaraan listrik semakin menguat di Asia Tenggara.
Lalu Indonesia?
Saat ini, Mitsubishi Fuso belum secara resmi meluncurkan truk listrik eCanter di Indonesia, namun indikasi ke arah sana semakin kuat. Indonesia merupakan pasar penting bagi Mitsubishi Fuso, mengingat posisi dominan merek ini dalam segmen kendaraan niaga ringan dan sedang di Tanah Air.
Indikasi Rencana Peluncuran di Indonesia
1. Pameran Otomotif dan Uji Coba Terbatas
Pada ajang GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2023 dan 2024, eCanter sempat dipamerkan sebagai bentuk perkenalan awal. Meskipun belum dijual secara resmi, pihak Fuso Indonesia telah menyatakan bahwa mereka sedang mempelajari kesiapan pasar dan infrastruktur pendukung sebelum memutuskan waktu peluncuran.
2. Studi Pasar dan Uji Operasional
Fuso Indonesia juga diketahui telah melakukan studi bersama dengan mitra logistik dan perusahaan fleet besar di Jakarta dan sekitarnya, termasuk kemungkinan melakukan uji coba operasional (pilot project) dalam waktu dekat.
3. Komitmen Elektrifikasi
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia, telah menyatakan komitmen mendukung program pemerintah dalam transisi menuju kendaraan listrik. Namun, mereka menekankan bahwa kesiapan infrastruktur pengisian daya dan insentif pemerintah menjadi faktor penentu.
Di sisi lain berikut tantangan dan peluang di Indonesia
Tantangan:
* Infrastruktur pengisian daya masih terbatas, terutama untuk kendaraan niaga.
* Biaya awal pembelian truk listrik lebih tinggi dibanding truk diesel.
* Belum adanya insentif khusus untuk kendaraan niaga listrik (saat ini lebih fokus ke mobil penumpang dan motor listrik).
Peluang:
* Jakarta dan kota besar lainnya tengah mendorong kebijakan zona rendah emisi.
* Banyak perusahaan logistik dan FMCG mulai mencari solusi kendaraan rendah karbon.
* Pemerintah menargetkan elektrifikasi kendaraan komersial sebagai bagian dari program Net Zero Emission 2060.
Seiring strategi Mitsubishi Fuso di Filipina dan Malaysia, kemungkinan besar Indonesia akan menjadi pasar berikutnya dalam peluncuran eCanter, terutama jika dukungan regulasi dan infrastruktur mulai membaik. Peluncuran bisa dilakukan secara bertahap, diawali dengan uji coba armada terbatas untuk perusahaan logistik besar.
Mari kita tunggu! (boi)









