Toyota Nav1 Stop CKD!

Jakarta – Penguasa pasar otomotif nasional, bukan berarti seluruh produknya mengalami penjualan yang menggembirakan. Ini terjadi pula pada Toyota, khususnya Nav1.

Bayangkan sejak kali pertama meluncur pada 2012 lalu secara CKD (Completely Knock Down) atau dirakit oleh PT Sugity Creatives di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dari tahun ke tahun penjualannya semakin menurun. Awalnya Toyota menargetkan penjualan 500 unit per bulan, namun hingga 2015 lalu hanya terserap pasar 60 unit per bulan.

Memasuki 2016 data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan Januari-Oktober 2016 hanya laku 423 unit atau 42 unit per bulan. Artinya Nav1 menunjukkan kinerja yang tak memuaskan dalam menggaet konsumen menengah ke atas.

Maklum dengan harga Rp 406,35 juta (tipe G A/T), Rp 425,7 juta (V Limited A/T), dan Rp550 juta (Limited Welcab), Nav1 tampaknya harus bersinggungan dengan Toyota Kijang Innova terbaru yang lebih populer. Alhasil efek harga psikologis yang menjadikan Innova lebih bersaing, menjadikan banyak konsumen lebih memilih MPV medium ini.

Kabar gembiranya meski Toyota bakal tak lagi memproduksi Nav1 CKD, pintu CBU  (Completely Built Up – impor utuh) masih memungkinkan. Hanya saja kompensasi harganya bakal lebih mahal dari yang beredar sekarang. Seperti penjelasan Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN. Ia memastikan masih ada kemungkinan Nav1 tetap dipasarkan di Tanah Air dengan status CBU.

Kembali ke masa-masa sebelum Nav1 dipasarkan CKD oleh Toyota, sebelumnya MPV ini telah hadir di jalanan melalui Importir Umum (IU). Waktu itu namanya adalah Noah dan tampak mendapatkan respon positif dari konsumen. Menilik hal tersebut, Toyota pun tertarik mempelajarinya dan mulai memasarkannya. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *