Otoplasa.com – Bagi yang telah melakukan perjalanan mudik, simak tujuh komponen yang wajib diperiksa. Hal ini demi menjaga performa kendaraan tetap prima.
Momen libur Lebaran telah usai, dan kini saatnya masyarakat kembali ke rutinitas pekerjaan. Namun, di balik kenangan perjalanan ke kampung halaman, ada satu hal krusial yang sering terlupakan oleh para pemilik mobil, kondisi teknis kendaraan yang telah bekerja ekstra menempuh ratusan hingga ribuan kilometer.
Kondisi lalu lintas yang padat, beban muatan yang maksimal, hingga cuaca ekstrem selama perjalanan jarak jauh berpotensi menurunkan performa komponen vital. Astra Peugeot menekankan bahwa mengabaikan pengecekan teknis setelah perjalanan jauh dapat memicu kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.
Potensi Penurunan Performa
“Perjalanan jarak jauh saat mudik membuat berbagai komponen kendaraan mengalami beban kerja yang lebih tinggi. Tanpa pemeriksaan, potensi penurunan performa hingga kerusakan bisa terjadi tanpa disadari,” ujar Rafii Sinurat, Head of Aftersales Astra Peugeot.
Mengapa Pemeriksaan Kendaraan Usai Mudik Sangat Vital?
Bahwa pemeriksaan kendaraan usai mudik bukan sekadar rutinitas tambahan, melainkan langkah preventif demi menjaga standar keselamatan (safety). Banyak pengendara yang langsung menggunakan mobilnya untuk aktivitas harian tanpa melakukan pengecekan, padahal komponen seperti pengereman dan kaki-kaki telah beroperasi di bawah tekanan tinggi dalam waktu lama.
Deteksi dini melalui pemeriksaan kendaraan usai mudik terbukti dapat menghemat biaya perawatan jangka panjang. Dengan memastikan seluruh fungsi kembali ke standar pabrikan, kenyamanan berkendara di dalam kota pun akan tetap terjaga.
7 Komponen Utama yang Wajib Diperiksa
Bagi Anda pengguna kendaraan, berikut adalah daftar komponen yang patut mendapatkan perhatian khusus:
1. Oli Mesin & Cairan Kendaraan: Periksa volume dan viskositas oli mesin. Jangan lupa cek cairan radiator (coolant) dan minyak rem untuk memastikan tidak ada kebocoran atau pengurangan drastis.
2. Sistem Pengereman: Kondisi stop-and-go di kemacetan membuat kampas rem bekerja keras. Pastikan ketebalan kampas dan kondisi piringan cakram masih dalam batas aman.
3. Ban Kendaraan: Periksa tekanan angin serta teliti apakah ada keausan yang tidak merata, retak, atau benjolan akibat menghantam lubang.
4. Suspensi dan Kaki-kaki: Beban penuh selama mudik dapat memengaruhi stabilitas. Segera cek jika muncul bunyi asing dari bagian bawah mobil.
5. Sistem Pendingin Mesin: Risiko overheat meningkat pasca-perjalanan jauh. Pastikan kipas pendingin dan selang-selang radiator tidak ada yang getas.
6. Filter Udara dan Kabin: Debu jalanan yang menumpuk dapat menghambat sirkulasi udara ke mesin dan mengganggu kebersihan udara di dalam kabin (AC).
7. Aki (Baterai): Pastikan tegangan aki tetap stabil agar sistem kelistrikan dan fitur elektronik kendaraan tidak terganggu.
Cek Mandiri Atau Ke Bengkel Resmi
Melakukan pengecekan secara mandiri memang baik, namun membawa kendaraan ke bengkel resmi merupakan langkah yang paling bijak. Di bengkel resmi, teknisi berpengalaman akan melakukan diagnosa menyeluruh menggunakan alat pemindai (scanner) yang akurat.
“Dengan pemeriksaan kendaraan usai mudik yang tepat, kendaraan akan tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari,” tutup Rafii Sinurat.
Pastikan mobil kesayangan Anda tetap menjadi mitra perjalanan yang aman dan andal dengan memberikan perhatian lebih usai perjalanan panjang. (boi)









