otoplasa.com – Tuntutan menghadirkan mesin yang lebih ramah lingkungan namun tetap menghasilkan performa yang tinggi, coba dijawab Kawasaki dengan menciptakan inovasi berupa sistem injeksi ganda. Sistem ini memadukan asupan bahan bakar di port maupun di ruang bakar secara langsung.
Dari gambar blueprint yang dipatenkan Kawasaki, tampaknya pabrikan otomotif ini bakal menerapkannya pada mesin supercharged. Berpadu dengan sistem injeksi yang inovatif, Kawasaki berharap dapat melewati batasan emisi Euro6. Kuncinya adalah menempatkan dua set injektor per-silinder, satu terletak di lokasi konvensional (port) dan satunya berada di ruang bakar.
Sistem pembakaran metode hybrid ini diyakini Kawasaki mampu menjawab tingkat kebutuhan mesin. Seperti diketahui sistem injeksi langsung susah bekerja dengan baik di mesin putaran tinggi. Namun seiring dengan adanya ‘bantuan’ dari sistem injeksi di port, memungkinkan semua tingkat kebutuhan asupan bahan bakar dapat terakomodir, selaras dengan kemampuan performa mesin.
Keuntungan lainnya sistem injeksi langsung mampu membantu mendinginkan ruang bakar, mencegah gejala ngelitik atau knocking. Tak kalah penting mesin injeksi langsung juga dapat lebih akurat memantau campuran udara dan bahan bakar, karena bahan bakar disemprotkan dengan rapi.
Sementara sistem injeksi di port juga berperan penting menyesuaikan asupan bahan bakar yang diperlukan. Caranya dengan menyesuaikan jarak celah buka tutup katup intake, yang diatur secara presisi oleh ECU motor. Alhasil berkat sistem injeksi port konvensional memberikan keuntungan melakukan efek pembersihan pada katup. Terjadinya penumpukan karbon sisa hasil pembakaran bakal lebih lama, yang berimbas memberikan manfaat jadwal servis motor yang lebih lama. Berkat perpaduan sistem injeksi ganda yang saling membersihkan valve, kondisi motor akan senantiasa optimal di segala kondisi.
Sesungguhnya penerapan injeksi langsung pada ruang bakar bukanlah hal yang baru, karena mobil ataupun truk telah menerapkannya, bahkan sejak era 1950-an. Hanya saja tuntutan menghasilkan mesin yang lebih ramah lingkungan, menjadikan produsen kendaraan roda dua turut bereksperimen hingga menemukan patennya masing-masing.
Sejauh ini Honda juga telah mematenkan sistem injeksi langsung, hanya saja yang dilakukan Kawasaki lebih kompleks karena menggabungkan injeksi langsung dan di port. Entah mana yang lebih baik nantinya, jika kedua merek ini telah memproduksi massal hasil patennya. (boi/20-01-2020)









