otoplasa.com – Banyak cara memanfaatkan limbah botol plastik. Jika di Kota Pahlawan botol plastik bisa sebagai pembayar ongkos Bus Surabaya, maka hal berbeda dilakukan Audi. Pabrikan mobil Jerman ini mengubah botol plastik menjadi jok untuk digunakan di Audi A3. Hebatnya tampilan joknya tak kalah dengan mobil-mobil yang lain. Jok di Audi A3 tetap terlihat sporty dan mudah dibersihkan.

Langkah yang ditempuh Audi memang sudah jamak dilakukan pabrikan otomotif yang lain. Hanya saja sebagian besar menggunakan bahan daur ulang untuk bemper, beberapa bagian interior, serta pembungkus kabel. Intinya banyak pabrikan berupaya menjadikan bahan yang dipakai di mobil lebih hijau.
Nah Audi menuju ke level yang lebih tinggi, dengan pemanfaatan limbah botol bekas menjadi jok. Yang dalam penggunaannya lebih utama karena senantiasa diduduki langsung, baik oleh pengemudi maupun penumpang yang lain. Disini Audi menunjukkan interaksi yang tinggi antara produk bahan daur ulang dengan penggunanya.

Dengan kata lain selamat tinggal untuk jok yang menggunakan kain tekstil bahkan yang berbahan kulit. Jok dari daur ulang botol plastik yang dikembangkan Audi ternyata tak kalah kualitas keawetan dan kenyamannya saat diduduki.
Bila konsumen merasa puas dengan jok daur ulang yang tertanam di Audi A3, besar kemungkinan Audi akan menularkannya ke model yang lain. Audi benar-benar berkomitmen untuk menjadikan bumi lebih hijau dengan terobosan teknologi daur ulang yang lebih ramah lingkungan. Dimana konsumen di negara-negara Eropa juga semakin selektif memilih mobil yang lebih ramah lingkungan, baik dari emisi gas buang hingga penggunaan bahan daur ulang.

Tak Sembarang Botol Minuman
Untuk mendapatkan plastik daur ulang berkualitas tinggi, tentu membutuhkan bahan pilihan. Nah di Jerman telah ada pusat daur ulang botol plastik. Di sini Audi masuk dengan membeda-bedakan botol sesuai warna, ukuran, dan kualitasnya. Termasuk memisahkan tutup botol. Setelah semuanya disortir, kemudian botol-botol bekas pilihan ini digiling supaya hancur menjadi serpihan, yang kemudian dicuci, dikeringkan dan dilebur.
Bahan dasar plastik yang telah melebur ini, kemudian dimasukkan ke dalam nozel dengan wujud keluar berupa gulungan benang. Yang selanjutnya dipintal ala produksi kain seperti pabrik konveksi pada umumnya. Bahan yang sudah jadi ini kemudian didesain sedemikian rupa menjadi cikal bakal jok Audi A3.
Audi memaparkan untuk 1 unit Audi A3 yang sudah jadi, dibutuhkan pelapis jok yang setara dengan 100 botol PET. Bahkan masih tersisa untuk karpet dan beberapa hiasan ornamen di interior.
Pabrikan berlambang empat lingkaran bertautan ini mengklaim 89% tekstil yang terpakai di interior mobil adalah dari botol daur ulang. Meski berbahan dasar plastik, namun Audi telah menemukan teknologi untuk pewarnaan benang plastik tampak abu-abu, hitam dengan kombinasi perak, dan hitam dengan kombinasi merah.
Ke depan jika berpapasan dengan Audi A3 model terbaru, sangat wajar jika Anda berpikir bekas botol minuman yang telah Anda habiskan berada di jok mobil tersebut. (anto/26-02-2020)









