otoplasa.com – Pabrikan otomotif premium asal Inggris, Aston Martin kini sedang mengalami masa-masa sulit. Tidak hanya ditinggal mati oleh James Bond (Daniel Craig) di film terakhir No Time To Die, melainkan juga sempat dicap imej sebagai safety car kura-kura terpelan di dunia balap Formula 1 oleh Max Verstappen, hingga terancam bangkrut.
Ironisnya kini Aston Martin menghadapi masalah keuangan yang pelik alias mendekati gulung tikar. Ini karena memiliki hutang sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 17,3 triliun. Jumlah yang sangat fantastis sementara penjualannya sendiri sedang terperosok.
Carbuzz melaporkan kuarter pertama di tahun ini atau Januari – April 2022, terdata bahwa Aston Martin berpotensi mengalami kerugian 58,7 juta dolar AS atau berkisar Rp 849,2 miliar. Kondisi ini semakin memastikan perusahaan sulit untuk memenuhi kewajibannya membayar hutangnya.
SUV Aston Martin DBX yang digadang-gadang bakal menjadi backbone penjualan mereka, seiring dengan mengikuti trend dunia terhadap melonjaknya permintaan SUV, ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan. SUV Aston Martin DBX tetap sulit bersaing dengan SUV lainnya seperti Lamborghini Urus dan dua model sesama Inggris, Bentley Bentayga dan Rolls-Royce Cullinan.
Meskipun demikian CEO Aston Martin, Amadeo Felisa masih tampak tenang karena ini merupakan tantangan yang dihadapi perusahaannya. “Ini adalah tantangan buat saya untuk menghadapinya dan mengatasinya di Aston Martin. Semoga kita akan menuju fase perkembangan yang lebih baik ke depannya,” harapnya.
Sebagai informasi, di dunia balap Formula 1, ada dua unit mobil Aston Martin, yaitu Vantage dan DBX. Keduanya masing-masing berperan sebagai safety car dan official medical.
Nah yang sempat disemprot oleh juara dunia F1 2021 atas performanya yang pelan ala kura-kura adalah Aston Martin Vantage. Padahal Vantage telah mengusung mesin V-8 4000 cc twin turbo berdaya 393kW dan torsi hingga 685 Nm. Akselerasinya dari posisi diam menuju kecepatan 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 3,5 detik. Dimana di F1 mobil ini dikemudikan Bernd Mayländer dari FIA.
Sementara SUV Aston Martin DBX berdaya 404kW dan torsi 700Nm. SUV sport ini berlari dari 0-100 km/jam cukup 4,5 detik. Sedangkan kecepatan tertingginya menyentuh 291 km/jam.
Tak hanya itu, Aston Martin juga terlibat sebagai peserta F1 setelah mengambil alih Tim Racing Point tahun lalu. Sebelumnya tim ini bernama Force India. Melalui pemegang saham mayoritas Aston Martin, Lawrence Stroll, tim hijau ini resmi tampil di 2021 hingga sekarang. Keikut-sertaan Aston Martin ini juga sebagai pembuka setelah sekian lama tidak berpartisipasi pada balapan open-wheel sejak 1960. (anto)









