VinFast Bangun Pabrik Mobil Listrik Rp 8 Triliun di India

Produksi 50 Ribu - 150 Ribu Unit Pertahun

Otoplasa.com – Produsen otomotif Vietnam, VinFast, akan memulai pembangunan pabrik mobil listrik senilai 500 juta dolar AS di Thoothukudi, Tamil Nadu, Senin (12/8). Proyek ini merupakan bagian dari investasi senilai 2 miliar dolar AS di India.

Pabrik tersebut akan memproduksi 50.000 unit mobil listrik per tahun pada tahap awal. Kapasitasnya dapat meningkat hingga 150.000 unit. Lokasinya yang dekat pelabuhan utama menjadikan pabrik ini strategis sebagai pusat ekspor kawasan. VinFast menargetkan penciptaan lebih dari 3.000 lapangan kerja lokal.

VinFast memilih Tamil Nadu setelah meninjau 15 lokasi di enam negara bagian India. Menteri Perindustrian Tamil Nadu, T.R.B. Raaja, menyebut wilayah ini pusat industri otomotif India. Infrastruktur kuat, tenaga kerja terampil, dan rantai pasok andal menjadi daya tarik utama. Menurutnya investasi ini akan menciptakan klaster industri baru di selatan Tamil Nadu. Klaster seperti ini dibutuhkan India untuk menjadi pusat manufaktur global.

Perluasan Pasar Asia
VinFast mengubah strategi dengan fokus pada pasar Asia setelah kesulitan di AS dan Eropa. Tahun lalu, perusahaan membangun pabrik perakitan EV senilai 200 juta dolar AS di Indonesia. Pabrik tersebut ditargetkan memproduksi 50.000 unit per tahun. VinFast juga memperluas pasar ke Thailand dan Filipina.

Pada 2024, VinFast menjual hampir 97.000 kendaraan, naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun, hanya 10 persen penjualan berasal dari luar Vietnam. Pabrik India diharapkan menjadi basis ekspor ke Nepal, Sri Lanka, Timur Tengah, dan Afrika.

Potensi Pasar EV India
India adalah pasar mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume penjualan. Negara ini menawarkan ekonomi tumbuh cepat, adopsi EV meningkat, serta kebijakan pemerintah mendukung.

Pasar EV India didominasi kendaraan roda dua dan tiga, yang mencakup 86 persen dari total penjualan EV 2024. Penjualan mobil listrik penumpang empat roda naik pesat, dari 1.841 unit pada 2019 menjadi lebih 110.000 unit pada 2024. Pemerintah menargetkan EV menyumbang sepertiga penjualan mobil penumpang pada 2030.

Strategi VinFast di India
VinFast akan memasuki pasar India dengan model SUV VF6 dan VF7 yang dirancang khusus. Berbeda dengan merek Tiongkok, VinFast bebas hambatan geopolitik dan mendapat insentif harga tanah murah serta keringanan pajak.

Tata Motors masih menguasai pasar EV India, diikuti Mahindra, Hyundai, MG Motors, serta merek premium seperti Mercedes-Benz dan Audi. VinFast harus menawarkan baterai berkualitas, harga terjangkau, dan layanan purna jual unggul untuk menarik konsumen.

Rencana Jaringan Penjualan
VinFast akan membangun 32 dealer di 27 kota India. Perusahaan juga bekerja sama dengan mitra lokal untuk layanan pengisian daya dan perbaikan. Produksi komponen seperti baterai dan powertrain akan dilakukan di India untuk menekan biaya.

Menurut analis, keberhasilan VinFast bergantung pada strategi harga dan kepercayaan konsumen. Jika kedua faktor terpenuhi, VinFast berpeluang besar sukses di pasar India. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *