Otoplasa.com – Cedera Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah direktur medis MotoGP, Dr Angel Charte mengungkapkan ada sekrup bengkok di lengannya. Itulah yang menjadi alasan mengapa pembalap pabrikan Ducati tersebut belum kembali ke lintasan.
Marc dipastikan absen dari dua seri terakhir MotoGP 2025 di Portimao dan Valencia. Ia juga tak akan turun dalam tes pramusim pertama 2026 pada 18 November mendatang.
“Marquez telah melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Cedera yang dialaminya tidaklah mudah,” ujar Charte kepada media Spanyol, As.
Menurutnya, kondisi Marquez cukup serius karena lengan kanannya sudah empat kali menjalani operasi. “Saya pikir dia harus kembali ketika sudah benar-benar seratus persen pulih. Tubuhnya perlu waktu untuk beregenerasi,” lanjutnya.
Meski begitu, Charte menegaskan cedera lama pada tulang humerus kanan Marquez yang terjadi pada 2020 tidak terpengaruh. “Tidak ada cedera sebelumnya yang terdampak. Hanya terlihat ada sekrup yang bengkok di tulang humerus dan sudah diperbaiki,” jelasnya.
Bagaimana Sekrup Bengkok dan Kondisi Pen Marquez?
Sekrup bengkok yang dimaksud adalah bagian dari sistem fiksasi internal berupa pen dan sekrup logam yang terpasang di lengan kanan Marquez sejak operasi besar pada 2020. Sekrup itu membantu menyatukan tulang humerus yang sempat patah parah akibat kecelakaan di Jerez.
Dalam pemeriksaan terbaru, salah satu sekrup mengalami sedikit perubahan bentuk akibat tekanan dan beban selama masa balapan. Kondisi itu segera diperbaiki melalui prosedur medis tanpa perlu operasi besar.
Dengan demikian, Marc Marquez masih memiliki pen logam di lengannya, namun komponen tersebut kini dalam kondisi aman setelah disesuaikan. Charte juga menyebut tulang coracoid yang cedera baru-baru ini memiliki peran penting bagi kestabilan bahu. Pemulihannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu fungsi motorik.
“Posisi yang diambil Marquez untuk memulihkan diri sudah tepat. Ia memilih langkah paling bijak,” tutup Charte.
Absennya Marquez hingga awal musim 2026 diperkirakan akan memengaruhi strategi Ducati. Namun, keputusan ini dinilai perlu agar sang juara dunia delapan kali itu bisa kembali ke lintasan dalam kondisi sempurna. (boi)









