Forbes Sebut Lando Norris Masuk Jajaran Pembalap Bergaji Tinggi

Perjalanan Karir, Dukungan Keluarga, dan Kesuksesan Besar di Formula 1

Otoplasa.com – Lando Norris memasuki musim 2025 dengan pencapaian luar biasa. Forbes menyebut asal Inggris itu sebagai pembalap bergaji tertinggi ketiga Formula 1.

Forbes menaksir pendapatannya mencapai US$57,5 juta atau sekitar Rp918 miliar. Angka itu termasuk gaji dasar, bonus juara, dan bonus performa.

Seorang analis mengatakan, “Norris menerima gaji dasar sekitar US$18 juta,” yang setara dengan Rp287 miliar.

Ia juga mendapat US$10 juta atau Rp159 miliar sebagai bonus juara dunia. Bonus performanya seperti raihan kemenangan dan naik podium mencapai US$29,5 juta atau Rp471 miliar.

Keluarga Lando Norris
Lando Norris lahir di Bristol pada 13 November 1999. Ayahnya bernama Adam Norris, seorang pengusaha sukses Inggris. Ibunya bernama Cisca Wauman, yang berasal dari Belgia. Mirip dengan keluarga Max Verstappen, yang ibunya juga berasal dari Belgia.

Norris memiliki tiga saudara kandung. Kakaknya bernama Oliver Norris, yang juga pernah aktif di karting. Dua adik perempuannya bernama Flo Norris dan Cisca Norris. Keluarga ini dikenal sangat harmonis.

Seorang kerabat keluarga menyatakan, “Keluarga Norris selalu menjaga kedekatan satu sama lain,” menegaskan keharmonisan itu.

Ayah dan ibunya mengawal perjalanan Norris sejak balap karting. Norris pernah berkata, “Thanks for all the times you dealt with me,” sebagai ungkapan terima kasih sang putra karena dukungan keluarganya di dunia balap sejak dini.

Dukungan keluarga menjaga keseimbangan hidup Norris. Ia tetap rendah hati meski berada di level kompetitif tertinggi. Ia sering menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur balap.

Mulai Balap Karting
Norris mulai balap karting pada usia tujuh tahun. Ia cepat menunjukkan bakat alami. Ia menjuarai Kejuaraan Karting Dunia pada usia muda. Kemenangan itu membawanya naik ke kejuaraan formula pemula.

Ia kemudian meraih gelar Formula 4. Tahun berikutnya, ia menjuarai Formula Renault 2.0. Ia juga memenangkan Toyota Racing Series. Prestasi itu membawanya ke Formula 3.

Pada ajang Formula 3, Norris tampil sangat dominan. Ia merebut gelar juara pada musim debut. Pencapaian ini mempercepat langkahnya menuju Formula 2.

Di Formula 2, Norris kembali tampil kuat. Ia bersaing dalam perebutan gelar. Performa itu membuat McLaren melirik Norris.

Kecepatan dan Kedewasaan
McLaren mengontrak Norris sebagai pembalap cadangan pada 2018. Pada tahun berikutnya, Norris dipromosikan menjadi pembalap utama. Norris menunjukkan kecepatan dan kedewasaan sejak debut 2019.

Seorang manajer tim mengatakan, “Kami melihat potensi besar Norris sejak awal,” menggambarkan keyakinan McLaren.

Norris kemudian menjadi salah satu pembalap paling konsisten di grid. Kolaborasinya dengan McLaren berlangsung stabil. Ia meraih beberapa podium penting pada musim berikutnya. Kerja kerasnya membantu McLaren bersaing kembali di papan atas.

Tim Yang Solid
Kesuksesan Norris juga berkat tim yang solid. Engineer utamanya bernama Will Joseph. Joseph telah mendampingi Norris sejak debut.

Joseph pernah berkata, “Awalnya kami yang mendorong kemampuannya, kini giliran dia yang mendorong kami,” menegaskan perkembangan Norris, yang seiring waktu Joseph kemudian menjabat sebagai Direktur Race Engineering.

Di tingkat manajemen, McLaren dipimpin oleh Zak Brown. Brown memimpin kebangkitan besar McLaren dalam beberapa musim. Brown memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan arah tim.

Tim mekanik dan teknisi McLaren bekerja menjaga performa Norris setiap balapan. Kombinasi itu menghasilkan kolaborasi yang sangat efektif.

Puncak Karir Norris
Musim 2025 menjadi tahun emas Norris yang mengakhiri dahaganya. Ia tampil konsisten hingga meraih puncak karir. Ia menunjukkan kemampuan luar biasa saat bertarung dengan rival papan atas.

Ketika meraih gelar dunia, Joseph menyatakan, “Saya sangat bangga menjadi bagian dari kesuksesan ini,” sebagai bentuk apresiasi.

Gelar itu menjadi bukti perkembangan Norris sebagai pembalap matang. Yang kini terakumulasi dengan pengakuan dan tak kalah penting, pendapatan besar. Norris pun berhasil membuktikan kualitasnya. Ia bukan hanya cepat, tetapi juga pemimpin teknis bagi tim. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *