Berani Diadu Kenyamanan Peugeot e-Traveller & Toyota Alphard

otoplasa.com – Andai Peugeot e-Traveller telah dipasarkan di Indonesia, bisa jadi dia bakal menjadi MPV paling nyaman. Kalaupun diadu dengan Toyota Alphard, Otoplasa yakin e-Traveller yang juara.

Kok bisa?
Ya Peugeot e-Traveller sepenuhnya bertenaga listrik. Bila Anda pernah merasakan naik kendaraan listrik, bisa dirasakan betapa smooth saat berjalan dan tak terdengar bising di telinga. Jadi kalaupun tingkat kebisingan antara e-Traveller dan Alphard dibandingkan, besar kemungkinan MPV 8 penumpang asal Perancis itu lebih senyap. Dengan lebih sunyi di telinga maka penumpang pun akan lebih nyaman.

Ingat Db meter atau satuan pengukur kekerasan suara sangat berpengaruh terhadap kenyamanan seseorang. Semakin keras suara didengar, maka semakin dan dapat menentukan tingkat kelelahan seseorang. Atas dasar itulah pabrikan otomotif berupaya keras menjadikan mobil semakin nyaman dengan menekan suara bising seminim mungkin.

Rahasia kenyamanan Peugeot e-Traveller terlerak pada motor listrik yang ditempatkan di bagian depan, sama dengan yang diterapkan pada Peugeot e-208. Motor listriknya berdaya 134 bhp dengan torsi 260 Nm. Kecepatan maksimalnya dipatok sampai 128 km/jam, sementara akselerasinya dari posisi diam menuju kecepatan 100 km/jam membutuhkan waktu sekitar 13,1 detik.

Dari performa motor listriknya tampak sekali insinyur Peugeot menempatkan kenyamanan di atas segalanya. Sebagai perbandingan jika melaju dengan kecepatan ‘hanya’ 128 km/jam di tol yang lenggang, tentu seakan terasa lambat. Padahal kecepatan tersebut telah melebihi batas normal 100 km/jam di jalan bebas hambatan. Jadi untuk kecepatan maksimalnya e-Traveller kalah telak dengan Alphard.

Tentang daya tempuh baterainya, jika terisi 50 kWh maka bisa mencapai jarak 228 km. Namun bilamana baterai habis, cukup cas 30 menit maka akan terisi hingga 100 kWh dan bisa berjelajah hingga 457 km. Lumayan jauh seperti jarak Surabaya ke Semarang.

Yang menarik tak ubahnya mesin konvensional yang terdapat pilihan mode Eco dan Sport, demikian pula dengan e-Traveller. Di sini perbedaannya sistem Eco dibatasi hanya menggunakan daya maksimal 80 bhp, tapi jika mode Power yang aktif, maka performa baterai motor listrik bisa mencapai 134 bhp.

Lalu akankah konsumen bakal beralih ke e-Traveller jika jadi dipasarkan di sini?
Belum tentu tergantung seberapa menarik harga yang ditawarkan. Sudah hal yang wajar harga mobil-mobil listrik sekarang di atas awang-awang. Sehingga besar kemungkinan harga Peugeot e-Traveller lebih mahal dari Alphard hybrid sekalipun. (anto/05-06-2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *