Otoplasa.com – Geger kemunculan mobil terbang ala Tesla Roadster, nyatanya biaya operasionalnya tak main-main bagaikan membawa pesawat tempur. Tercatat biaya yang dibutuhkan untuk sekali jalan bersama Roadster kreasi Elon Musk tersebut tembus ratusan juta Rupiah.
Kehadiran Tesla Roadster varian Rocket memang menjanjikan kemampuan “terbang” yang sangat fantastis. Namun, fitur canggih ini membutuhkan pengisian ulang tangki nitrogen cair yang sangat rumit.
Cara kerjanya mengandalkan cold-gas thrusters dengan tangki berkapasitas 200 liter. Sistem ini membutuhkan tekanan nitrogen terkompresi hingga 10.000 psi.
Tekanan ekstrem tersebut dikompresi agar menghasilkan dorongan instan yang sangat kuat. Fitur ini sanggup melontarkan mobil atau melayang selama lima detik.
Sekali Isi Butuh Waktu 6 Jam
Meskipun performanya luar biasa, pengisian tangki membutuhkan waktu hingga enam jam. Durasi ini terasa tidak sebanding dengan atraksi singkat tersebut.
Perangkat pendorong standar di pasaran umumnya hanya mampu mencapai tekanan 6.000 psi. Pengguna harus membeli mesin booster tambahan khusus.
Harga booster tinggi tersebut diperkirakan mencapai 10.000 dolar AS. Angka ini setara dengan sekitar Rp181,5 juta.
Biaya operasional alat pendukung tersebut dinilai sangat tinggi bagi pemilik. Tingkat kepraktisan penggunaan harian mobil listrik ini juga tergolong rendah.
Masih Banyak Pertanyaan
Masih banyak pertanyaan biaya operasional Tesla Roadster. Hal ini mengundang perhatian luas dari kalangan konsumen dan pengamat.
Lars Moravy, VP Vehicle Engineering Tesla, memberikan penjelasannya kepada media. “Waktu pengisian saat ini berkisar antara dua hingga enam jam. Kami berharap dapat memangkasnya menjadi di bawah setengah jam,” ujat Lars Moravy.
Tesla mengakui bahwa pengembangan sistem pendorong ini masih terus berjalan. Pabrikan berupaya keras menyempurnakan teknologi ini agar lebih efisien.
Fakta teknis ini makin mempertegas posisi Tesla Roadster sebagai halo vehicle. Model varian tertinggi ini diproduksi bukan untuk konsumsi publik luas.
Mobil legendaris ini ditujukan khusus bagi kalangan kolektor serta pengagum kecepatan. Karakteristik pendorong roketnya membuat unit ini dipastikan tidak street-legal. (Amin Setyobudi)








