otoplasa.com, Pacitan – Menjelang senja, Tim Honda East Java Exploration IV bersama Honda BR-V N7X telah sampai di Bukit Sentono Gentong, Pacitan. Inilah bukit indah yang cukup populer bagi masyarakat di ujung kota paling Selatan di Jawa Timur, meskipun masih tergolong hidden gem bagi banyak orang.
Tim Honda East Java Exploration IV membutuhkan waktu sekitar 6 jam dari Surabaya ke lokasi Sentono Gentong, yang tepatnya berada di Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Secara umum jalurnya mudah dilewati oleh beragam jenis kendaraan, dimana tersedia jalur masuk dan keluar tersendiri. Jadi tak ada kemungkinan kendaraan saling berpapasan satu sama lain.

Dengan kondisi jalanan yang satu arah tersebut dan dalam kondisi menanjak, tentu bukan hal yang sulit bagi Honda BR-V N7X. SUV keluarga persembahan Honda Surabaya Center (HSC) itu dengan mudahnya menuju Bukit Sentono Gentong. Cukup injak pedal gas secara konstan, mesin 1500 cc DOHC i-VTEC berdaya 121 PS/6600 rpm dengan torsi maksimal 145 Nm di 4300 rpm sangat gesit melahap jalanan beton.
Tiba di loket pintu masuk harganya sangat terjangkau cukup Rp 10 ribu. Asyiknya Bukit Sentono Gentong buka 24 jam dan memberikan akses kepada pengunjung menikmati hamparan teluk Pacitan dari pagi hingga malam. Kalaupun pengunjung berniat bermalam pun juga boleh. Dan Tim Honda East Java Exploration IV telah memasang tenda dan ragam peralatan memasak. Kalaupun tak mau ribet, pengelola wisata setempat telah menyediakan warung makan. Namun untuk penginapan belum tersedia sehingga sangat wajar tenda camping menjadi solusi.

Di atas bukit kami bisa merasakan hembusan angin kencang dengan pemandangan eksotis berwujud teluk yang ala gentong. Bila mengingat filosofi Jawa, rumah dan halaman yang berbentuk gentong diyakini mampu menangkap segala wujud rejeki dari berbagai arah. Nah Bukit Sentono Gentong diharapkan bisa seperti ini mampu meraih banyak pengunjung dari banyak kota.
Potensi wisata inilah yang harus lebih diserius digarap oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan. Sebagai catatan dengan perjalanan minimal 6 jam dari Surabaya, tentunya pendatang juga perlu waktu untuk beristirahat, alias menginap. Nah dari pantauan kami, rata-rata hotel yang tersedia sekelas bintang 3, namun tingkat kenyamanannya jauh di bawah hotel di kota sekitarnya seperti Ponorogo dan Madiun.
Kendati kami telah memasang tenda di atas bukit, namun tepat tengah malam kita harus berkemas. Bagaimanapun hembusan anginnya mulai menusuk ke tulang dan menyadarkan kami bahwa usia para anggota Tim Honda East Java Exploration IV telah menyentuh kepala 5.

Terlebih kami juga berencana mengeksplorasi lokasi wisata yang lain. (boi)
Baca artikel lain www.otoplasa.com di Google News















