Catalytic Converter, Komponen Vital Ramah Lingkungan di SUV Peugeot

Perangkat Wajib di Era Kendaraan Modern

otoplasa.com – Menekan polusi udara dan memenuhi standar emisi, seluruh SUV Peugeot telah dilengkapi Catalytic Converter atau katalis knalpot. Inilah komponen vital ramah lingkungan yang telah menjadi perangkat wajib di era kendaraan modern.

Catalytic Converter berfungsi menyaring gas buang hasil pembakaran mesin, seperti hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan nitrogen oksida (NOx). Gas beracun diolah sedemikian rupa supaya tidak langsung terlepas ke udara bebas. Komponen ini terletak pada bagian atas dekat lubang exhaust.

“Catalytic Converter menyaring zat polutan melalui pelat berbahan platina yang didesain seperti sarang lebah. Hasilnya, gas buang yang keluar jauh lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan,” jelas Rafii Sinurat, Workshop Head Peugeot Sunter, Jakarta Utara.

Catalytic Converter SUV Peugeot
Catalytic Converter, Komponen Vital Ramah Lingkungan di Setiap Mesin Modern SUV Peugeot

Terbuat dari Material Bernilai Tinggi
Catalytic Converter bukan hanya sekadar filter biasa. Komponen inti di dalamnya dibuat dari logam mulia seperti platina (Pt), palladium (Pd), dan rhodium (Rh). Ketiga logam ini dikenal sangat efektif sebagai katalis untuk memecah molekul polutan menjadi gas yang lebih aman, seperti nitrogen (N₂), karbon dioksida (CO₂), dan uap air (H₂O). Desainnya yang menyerupai sarang lebah memungkinkan area permukaan lebih luas, sehingga proses konversi berlangsung maksimal.

Manfaat Lebih dari Sekadar Emisi Bersih
Selain menekan emisi, Catalytic Converter juga memiliki manfaat tambahan. Rafii menjelaskan bahwa komponen ini dapat membantu meredam suara knalpot, membuat suara mesin lebih halus. Tak hanya itu, sistem ini juga mendorong efisiensi pembakaran, yang berdampak pada performa mesin lebih optimal dan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Risiko Bila Tidak Dirawat
Meski memiliki banyak keunggulan, Catalytic Converter tetap bisa mengalami masalah, terutama jika kendaraan sering digunakan dalam kondisi lalu lintas macet atau mengonsumsi bahan bakar berkualitas rendah. Akibatnya, residu pembakaran menumpuk dan menyumbat saluran katalis.

“Jika sudah tersumbat, mesin jadi berat, tenaga menurun, bahan bakar jadi boros, bahkan bisa menyebabkan mobil mogok,” tambah Rafii.

Beberapa gejala yang kerap muncul adalah mobil sulit menanjak, getaran mesin tak wajar, hingga munculnya asap pekat. Dimana asap berbau menyengat dari knalpot, indikasi bahwa emisi tidak tersaring optimal.

Pemeriksaan dan Solusi
Jika gejala-gejala tersebut mulai terasa, Rafii menyarankan pengguna segera membawa kendaraan ke bengkel resmi Peugeot. Teknisi akan melakukan pengecekan menyeluruh menggunakan perangkat diagnostik komputer berbasis pabrikan. Untuk kasus ringan, biasanya cukup dengan kalibrasi ulang. Namun jika kerusakan sudah parah, penggantian Catalytic Converter menjadi solusi wajib.

“Pemasangan katalis tidak bisa sembarangan. Tiap model Peugeot punya spesifikasi yang berbeda. Jika salah spesifikasi, kerusakan bisa lebih parah,” tegas Rafii.

Tips Mencegah Masalah pada Catalytic Converter:
* Gunakan bahan bakar dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan.
* Hindari memanaskan mesin terlalu lama saat kendaraan diam.
* Lakukan pemeriksaan sistem pembakaran secara berkala.
* Hindari memodifikasi sistem knalpot tanpa konsultasi teknis. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *