Dibalik Keperkasaan Tata Xenon HD

otoplasa.com – Mencari pick up dengan kemampuan angkut berlimpah melebihi 1 ton?
Mungkin para juragan harus pertimbangkan produk India, Tata Xenon HD. Sepintas pick up single cabin ini mirip dengan Ford Ranger generasi pertama. Bila Ford sudah hengkang dari Indonesia, Tata masih bertahan hingga sekarang. Artinya Tata sangat serius menggarap pasar Tanah Air jadi tak perlu was-was bilamana menjadikannya sebagai teman bisnis andalan.

Kali ini Otoplasa mengunjungi diler Tata di Sidoarjo yang beralamat di Jalan Raya Waru Nomor 55 (dekat bundaran Waru dan lebih dekat ke Surabaya sih) yang digawangi PT Aditi Aliansi Motors. Di halaman parkir telah siap Tata Xenon HD yang siap dieksplorasi.

Sebagai tambahan, dulu Otoplasa sempat menjajal Xenon HD yang baknya dijejali puluhan karung berisi pasir hingga mencapai 1 ton. Dapat dipastikan bobotnya menjadi bertambah berat akibat pasirnya terpapar air hujan. Alhasil tonase lebih dari 1 ton pun menjadi tugas wajib bagi Xenon untuk menundukkannya. Oh ya dari pengalaman pengguna Xenon HD, dipaksa membawa 3 ton masih sanggup lho.

Ketika kunci kontak di putar, deru mesin diesel berkapasitas 2956 cc sontak terdengar. Saat tuas persneling dipindah ke gigi 1, injakan koplingnya lumayan ringan. Ketika pedal gas diinjak dan putaran mesin mencapai 2.000-an RPM, kendaraan dengan mudah telah melaju. Memang sih ruang kabin seakan mendongak ke atas akibat beban muatan di belakang yang melebihi 1 ton.

Cukup melewati area jalanan Suroboyo Carnival dan berputar balik di bawah jalan tol Waru – Juanda, sejauh ini tak masalah Xenon digeber banyak muatan. Terlebih lingkar kemudi telah menganut sistem power steering. Hanya saja peletakkan tombol klakson yang berada di ujung palang kiri dan kanan, terkadang saat lingkar kemudi di putar, telapak tangan kerap menyentuhnya. Jadi jangan heran klakson pun sering berbunyi, tapi ini hanyalah masalah kebiasaan.

Puas mengakui kehandalan Xenon membawa beban berat, saatnya mencoba performanya di jalanan umum dan bebas hambatan. Kali ini seluruh muatan dikosongkan dan Otoplasa akui terasa lepas dari beban berat. Kendaraan lebih mudah dikendalikan sesuai kemauan. Oh iya karena di kabin tak ada AC, maka tampilan ala sopir bahan bangunan jadi pilihan. Maklum hembusan angin dari luar lumayan kencang terutama saat melaju di tol.

Khusus di tol Otoplasa hanya sempat menjajal di kecepatan 70 km/jam di gigi 5. Deru mesinnya dengan raungan turbo intercooler sangat jelas terdengar. Secara psikologis suara mesin ini memberikan pertanda bahwa kendaraan telah melaju cukup kencang. Memang sih sebagai kendaraan komersial yang lebih memprioritaskan torsi maksimal sebagai angkutan banyak barang, di sini tak mencari top speed!

Yang Otoplasa kagumi adalah rentang tenaga torsinya selalu ada di rpm bawah maupun atas. Tapi Anda pun harus pintar pula menentukan pilihan gigi transmisi. Uniknya tuas transmisinya tak seperti ujung korek ala kendaraan komersial, melainkan lebih mirip dengan tuas kendaraan penumpang MPV bahkan sedan.

Puas seharian bermain dengan badak India, saatnya memulangkannya ke diler. Oh ya, khusus harganya bermain di kisaran Rp 160 jutaan. Tata menyediakan gratis service hingga 3 tahun atau jarak hingga 100 ribu km (mana yang dicapai terlebih dulu).

Tentang keiritan bahan bakar lumayan mengerti untuk dijadikan teman bisnis. Bayangkan cukup isi bio solar Rp 100 ribu, Otoplasa bisa membawanya mulai dari tol Sumo keluar Mojokerto, Pacet menuju Batu, hingga Malang terus kembali ke Surabaya. Dan jarak ratusan km itu bisa dilalui tanpa isi bbm lagi.

Tak kalah menarik adalah besaran pajak tahunannya di STNK yang berkisar Rp 1,4 juta. Rasanya Xenon layak jadi pertimbangan. (boi)

Spesifikasi Tata Xenon HD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *