otoplasa.com – Seiring dengan kontrak Rp 1 miliar yang diterima pembalap drag race Sultan Herex Qbot dari Dmillers Racing Team, maka untuk formasi motor-bike dan kelas yang akan diikutinya adalah berlaga di 600 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Selain itu juga ada nama Rendy dan Irul Tole, turun di kelas 250 cc up. Ada tambahan kelas lain yang akan diikuti, sesuai dengan fenomena kelas motor-bike yang dinilai paling booming, seperti sport 2 tak 155 rangka standard.
Walaupun 2020 telah memasuki fase pertengahan tahun, secara formasi dan kapasitas rival tim karapan, dinilai masih acak-acakan karena pengaruh pandemi Covid-19. “Butuh banyak default dan penyegaran pastinya, sehingga saya putuskan di tahun ini secara kompetisi belum ada bobotnya,” nilai Gunawan.
Kendati demikian, strategi dan jenis aktivitas yang akan diikuti Dmillers Racing Team, Surabaya, mutlak harus ada rancangan, schedule, konsep, misi dan visi tim yang jelas dan dipahami semua anggota tim. Menanggapi jenis dan level event karapan yang akan diikuti, target utama karapan motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up.

“Misal nantinya di perjalananya bentuk dan kemasan event open atau nasional, tetap kita ikuti. Tapi, kita berharap dikemas skala nasional,” harap Gunawan.
“Kalau di tahun sebelumnya masih promotor daerah, semoga di tahun ini atau mendatang promotor nasional ikut peduli dan berani tampil menggelarnya,” imbuh Sultan Herex Qbot.
Di sisi lain Qbot yang telah mendiskusikan dengan Gunawan ada pertimbangan lain. Demi memutar event-event karapan regular di Jawa Timur, kemungkinan akan dibeli kelas dan mengkoordinasinya dengan pelakunya, baik tim maupun privater. Dengan maksud, berusaha menjadikannya sebagai preview dan sosialisasi kelas motor-bike 250 cc up sampai dengan kelas 1000 cc up. “Agar tak sampai dihadapkan dengan problem kurang idealnya quota peserta,” papar Qbot yang menceritakan hal ini adalah mutlak, ketika mempertimbangkannya sejak 6 tahun silam, saat pertama dibukanya kelas motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Seperti penuturan Gunawan,”Kalau hanya menunggu bola, berat untuk eksistensi motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up, mengingat intensitas kompetisi-nya dalam setahun tak sampai 7 event.”
“Tapi, itu hanya sebatas konsep tawaran kerjasama dengan promotor daerah, dalam sosialisasinya. Tapi, dari Management Dmillers Racing Team, Surabaya tetap ada main event karapan motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up,” urai Gunawan.
Secara konsep event, bakal ada empat provinsi yang menggelar balapan, yaitu Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. “Kalau Jabar dan Jateng, sudah mendapatkan ilustrasi total peserta aktif. Tinggal mengkaji wilayah Jatim dan Bali. Kesannya peserta masih musiman, meskipun ada beberapa yang aktif berlaga,“ ucap Roy.
Untuk itu Gunawan berencana membikin lebih dulu test event karapan motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up di sirkuit GBT, Surabaya. Demi mengetahui bagaimana respon dan antusiasnya peserta. “Di kesempatan meet up itu nantinya kita akan komunikasikan bersama, dengan peserta tim maupun privater. Agar, dalam perjalananya nanti terskema lebih matang dan tak sekedar wacana saja.” (boi/11-08-2020)













