Otoplasa.com – Melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi brilian. Yaitu mampu mendeteksi kerusakkan jalan nasional dengan lebih cepat dibandingkan inspeksi metode konvensional.
Solusi canggih yang dapat mempercepat deteksi kerusakan jalan ini tentu kabar gembira bagi kehadiran infrastruktur jalan yang prima. Dimana dengan sarana dan prasarana yang memadai bisa melancarkan urat nadi perekonomian dan keselamatan publik. Jauh dibandingkan bilamana masih memakai metode inspeksi konvensional yang seringkali memakan waktu lama dan biaya tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, Dr. Hani’ah Mahmudah dari ITS menghadirkan inovasi bersama AI. Harapannya pihak instansi terkait dapat melirik dan menerapkan terobosan anyar ini.
Cara Kerja Teknologi CNN dan Edge Device
Riset ini menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN) yang terintegrasi pada perangkat edge. Pengambilan data visual dilakukan melalui sensor kamera yang menangkap foto atau video kondisi aspal.
Data tersebut diolah secara real-time menggunakan model iYOLOv7-TPE-SS pada platform komputasi NVIDIA AGX Orin. Sistem ini mampu mengidentifikasi objek lubang jalan secara otomatis dan sangat akurat.
“Optimasi pendeteksi berbasis AI ini mempercepat pengambilan data secara tepat waktu,” ujar Dr. Hani’ah Mahmudah.

Efisiensi untuk Pengambil Kebijakan
Bagi instansi terkait, teknologi pendeteksi jalan rusak ini menawarkan objektivitas tinggi dalam pemeliharaan infrastruktur. Metode ini memangkas birokrasi inspeksi manual yang selama ini dinilai kurang efektif.
Hasil identifikasi sistem berupa data digital yang siap ditindaklanjuti oleh tim perbaikan lapangan. Hal ini memungkinkan alokasi anggaran pemeliharaan jalan menjadi lebih tepat sasaran dan efisien.
Hani’ah menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti di lingkungan akademis semata. “Inspeksi jalan lebih cepat mendukung terciptanya smart city dan Internet of Vehicles,” paparnya.
Kesiapan Aplikasi di Lapangan
Sistem pendeteksi jalan rusak besutan doktor asal Tulungagung ini sudah sangat siap untuk diaplikasikan. Dukungan teknis dari Laboratorium Sistem Tertanam dan Siber-Fisik ITS menjamin keandalan perangkat ini di lapangan.
Implementasi teknologi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan (SDGs). Penggunaan AI memastikan setiap kerusakan terdeteksi lebih dini sebelum berdampak fatal bagi pengguna jalan.
Kini, bola berada di tangan para pengambil kebijakan untuk menggandeng inovator lokal. Sinergi dengan mitra industri akan memaksimalkan potensi teknologi ini demi keselamatan berkendara di seluruh Indonesia. (boi)











