Ducati Ajak Tes Motor, Valentino Rossi Minta Maaf

otoplasa.com – Sukses menggapai gelar juara dunia pembalap, kontruktor dan tim di MotoGP 2022, Ducati mulai melakukan berbagai cara demi mempertahankan Triple Crown. Paham menjaga gelar juara dunia lebih sulit, langkah yang ditempuh tim yang bermarkas di Borgo, Panigale Italia itu sungguh mengejutkan. Yakni coba menggaet Valentino Rossi sebagai test rider, dan sayangnya The Doctor meminta maaf.

Rossi menjelaskan Ducati sendiri yang berinisiatif mengajak dirinya untuk terlibat langsung mempersiapkan dan mengembangkan motor prototipe 2023. Dimana motor itu akan dipakai anak didiknya, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Hanya saja pemilik gelar juara dunia kelas utama para raja 7 kali itu enggan untuk mewujudkannya.

Ducati Valentino Rossi Maaf
“Banyak orang di tim ingin saya mencobanya. Tetapi untuk mengendarai motor MotoGP, Anda harus punya tujuan, dan jujur saja aku sekarang tidak memiliki semua keinginan ini,” ungkap ayah dari bayi perempuan lucu, Giulietta Rossi yang baru berusia 8 bulan.

Baca juga: Kesuksesan Valentino Rossi Bikin Francesco Bagnaia Sensitif Tahayul, Apa Itu?

Kendati demikian Rossi tak menampik ada sisi lain pada dirinya yang masih merindukan atmosfir MotoGP. Tetapi dirinya tak akan bergeming dengan keputusan yang telah diambilnya untuk pensiun.

“Aku merindukannya, namun saat ini yang terbaik adalah istirahat yang benar-benar bersih,” tegas Rossi.

Ducati Valentino Rossi Maaf
Seperti diketahui Rossi pernah memperkuat Ducati di tahun 2011 – 2012. Sayangnya kombinasi full Italia itu gagal mempersembahkan kemenangan. Untunglah satu dekade kemudian, melalui muridnya Pecco, akhirnya terwujudlah gelar juara dunia bagi Ducati yang tahun ini terasa istimewa karena sama-sama berasal dari Italia. Dimana kesuksesan ini adalah pengulangan 50 tahun pula dari gapaian antara pembalap Giacomo Agostini bersama MV-Agusta di tahun 1972, yang keduanya membela panji Italia.

Baca juga: Ducati Akui Bersama Valentino Rossi Meninggalkan Banyak Luka

Selain itu Pecco adalah pebalap Ducati pertama sejak Casey Stoner pada 2007 dan pembalap Italia pertama sejak Rossi pada 2009 yang memenangkan gelar kelas utama. Datang sebagai murid di Akademi VR46, tentu kesuksesan ini mewakili momen terbaik yang sekarang dinikmati Rossi bersama Ducati.

Yang patut diingat, Francesco Bagnaia bukan satu-satunya alumnus VR46 Academy yang berlaga di MotoGP. Tercatat ada nama-nama lain seperti Franco Morbidelli, Luca Marini dan Marco Bezzecchi. Untuk tahun ini, penampilan Marini dan Bezzecchi di Tim Mooney VR46 mampu membikin sang mentor bangga. Marini yang juga adik Rossi tampil mengesankan, sedangkan Bezzecchi didaulat sebagai The Best Rookie.

Catatan lainnya karena Mooney VR46 merupakan tim satelit Ducati, maka untuk balapan musim 2023 nanti masih mengandalkan motor bermesin 2022. Sementara prototipe terbaru 2023 menjadi andalan pembalap di tim utama pabrikan. (boi)

Cek artikel www.otoplasa.com yang lain di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *