Eropa Kena Demam Cafe Racer & Brat Style

otoplasa.com – Trend motor yang digemari antara Eropa dan Indonesia rupanya tak terlalu berbeda jauh. Dari pengalaman Tim Suryanation Motorland menemukan bahwa perjalanan ke Negara Kincir Angin yaitu, Belanda, aliran motor yang dijumpai adalah cafe racer, brat style atau bobber.

Terutama ketika singgah di Almere. Tim berkunjung ke workshop Ironwood Motorcycle yang sudah dirintis sejak 2012 oleh builder, Arjan van den Boom. “Kunjungan kali ini kami agendakan untuk berdiskusi mengenai mengembangkan bisnis bagi seorang builder. Saat ini karya-karya Ironwood Motorcycles ini banyak menjadi acuan bagi mereka yang menggemari aliran cafe racer dari seluruh dunia” ujar Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee.

Aliran yang dibuat Arjan Van Den Boom kental dengan sentuhan industrial. Motor-motor garapannya sebagian besar mengandalkan kuda besi lawas produksi Eropa dan Jepang seperti BMW R80, Honda CX 500, Yamaha YJR dan lainnya.

Sebagai builder muda Arjan memiliki prinsip yang bisa dijadikan inspirasi. “Motor yang di custom dapat lebih bernilai, diibaratkan mengubah besi tua menjadi emas! Setiap motor yang dibuat harus memiliki desain dan karakter yang unik. Dan tentunya menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki oleh pemilik motor,” ujar Arjan.

Untuk setiap motor yang dikerjakan, ia menargetkan untuk bisa menyelesaikan dalam waktu 2 bulan. Proses pengerjaan motor ini banyak ia kerjakan sendiri karena ia memiliki spesialiasi welding dan melakukan perubahan pada rangka, sedangkan untuk pengerjaan metal shapping body serta pengecatan dikerjakan oleh mitra bisnisnya.

Arjan menambahkan di era digitalisasi ini banyak membantu dirinya untuk mengembangkan bisnisnya terutama adanya media sosial untuk memaksimalkan promosi bengkelnya. Secara rutin dan terjadwal ia akan memposting foto-foto motor garapannya yang sudah selesai dibuat.

“Untuk materi foto yang akan diposting harus terlihat menarik dan artistik sehingga membuat orang-orang tertarik dan penasaran untuk melihat detail dari motornya.” lanjut pria yang hobby tatto ini. Selain itu, foto-foto motor yang sudah dibuatnya akan dikirimkan ke berbagai media online dari beberapa negara yang fokus mengulas modifikasi motor.

Dengan cara ini ia mengatakan sukses untuk mempromosikan nama Ironwood Motorcycles pada para pecinta motor custom di seluruh dunia. “Inilah yang membuat customer saya tidak hanya datang dari Belanda. Beberapa negara di seputar Eropa banyak yang order custom ke Ironwood,” tambahnya.

Diskusi dengan tim Suryanation Motorland dilakukan sambil mengelilingi area workshopnya yang terlihat rapih dan kental dengan nuansa industrial. “Sebuah pengalaman berharga bisa berdiskusi dengan salah satu selebgram di dunia motor custom. Penjelasan yang diberikan oleh Arjan tadi membuat saya memiliki beberapa ide yang bisa diterapkan untuk membangun sebuah motor dan juga mengembangkan bisnis di dunia roda dua” tambah Rizaldi Parani.

Setelah meninggalkan Jerman dan menuju Belanda Tim Suryanation Motorland Committee masih memiliki agenda untuk mengunjungi beberapa negara Eropa lainnya yaitu Belgia, Luxemberg. “Agenda perjalanan kami selanjutnya adalah mengunjungi mengunjungi beberapa landmark dari beberapa Negara di Belanda, Belgia dan Luxemburg. Melalui perjalanan ini kami harapkan bisa memberikan pengalaman dan inspirasi bagi seluruh tim” tutup Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee. (*/anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *