otoplasa.com – Fabio Quartararo sukses memutus dominasi pembalap Spanyol di era MotoGP modern seperti sekarang. Pembalap asal Perancis itu menjadi juara dunia MotoGP 2021 dan menjadi orang Perancis pertama pula yang memegang gelar bergengsi balap roda dua sejagat.
Kendati finish urutan keempat MotoGP Emilia Romagna 2021 di Misano, Minggu (24/10) malam, namun bagi Eldiablo sudah cukup menutup klasemen perolehan poin sebagai juara dunia. Ini karena pesaing terdekatnya Francesco Bagnaia yang membela Ducati gagal finish setelah terjatuh dan keluar lintasan.
Alih-alih tampil mengesankan di hadapan pendukungnya sendiri, justru Ducati kehilangan peluang emas. Mulai dari Jack Miller dan Bagnaia yang semuanya tergelincir saat balapan sedang berlangsung. Padahal sejak kualifikasi dan balapan para pembalap Ducati tampil dominan di sirkuit Italia.
Dengan hasil ini tuntaslah misi Quartararo memutus dominasi era para pembalap Spanyol. Mulai dari Jorge Lorenzo, Marc Marquez hingga Joan Mir. Tercatat mereka senantiasa memuncaki MotoGP sejak 2012 hingga berurutan ke tahun 2020. Dan di tahun inilah akhirnya mahkota juara dunia berpindah ke Perancis.
Sementara balapan di MotoGP Emilia Romagna 2021 di Misano menempatkan Marc Marquez sebagai kampium. Dengan kembalinya The Baby Alien ke peringkat atas pembalap, dapat dipastikan perebutan gelar juara dunia pada 2022 akan berlangsung sengit. Di satu sisi Quartararo ingin mempertahankan tahtanya, sedangkan di sisi lain pembalap Repsol Honda telah menuju lagi ke tangga perebutan gelar juara di musim depan.
Alhasil tahun depan adalah masa-masa penantian yang semakin bikin penasaran. Mulai dari persaingan Marquez-Quartararo, tak kalah seru adalah tuan rumah Indonesia yang menggelar balapan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kabar keseruan lainnya adalah janji Valentino Rossi yang akan datang lagi bersama tim balap binaannya di Mandalika.
Bila itu terjadi, sontak semua penggemar MotoGP di Tanah Air akan terhibur. Bahwa Indonesia kembali menjadi tuan rumah setelah puluhan tahun absen dan kali terakhir di Sentul, Bogor pada 1997 atau telah lewat 24 tahun lalu. (anto)









