otoplasa.com – Masker hingga face shield ke depan bakal menjadi perangkat wajib selama pandemi Covid-19 masih ada. Dua alat kesehatan pencegah penyebaran virus corona ini telah menjadi bagian gaya hidup di masa sekarang.
Lalu manakah yang paling efektif antara masker dan face shield atau pelindung wajah?
Dari laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menyebutkan masker lebih populer dibandingkan face shield. Tapi dikalangan tenaga medis face shield lebih banyak dipakai dokter maupun tenaga kesehatan di rumah sakit.
Sementara itu para dokter dan ahli kesehatan masyarakat Iowa City, Amerika Serikat seperti yang diulas pada artikel opini JAMA yang diterbitkan pada 29 April, menyebutkan bahwa face shield lebih baik dibandingkan masker.
Pelindung wajah lebih mudah dibersikan dan membikin lebih mudah bernapas dibandingkan ketika memakai masker.
Kelebihan face shield lainnya adalah tangan pengguna jarang bersentuhan dengan wajah, sehingga area hidung, pipi, dan mulut lebih terlindungi. Saat berbicara pun lebih jelas dan mudah mengetahui ekspresi wajah lawan bicara. Sangat berbeda dengan masker yang kerap tak mengetahui ekspresi wajah seseorang dan membikin bicara terkadang kurang jelas didengar. Kesimpulannya para ahli adalah face shield dapat membantu mengurangi risiko terinfeksi Covid-19 ketika pemakai juga mempraktikkan jarak sosial dan kebersihan tangan yang baik.
Hanya saja yang patut diingat pengguna face shield masih memungkinkan menyebarkan droplet atau percikan air ludah ke sisi samping ketika berbicara. Berbeda dengan masker yang telah tersaring saat berbicara.
Lalu bagaimana jika memakai keduanya?
Tentu lebih baik, hanya saja itu tergantung pemakainya sendiri.
Nah jika ada yang mulai beralih atau menambahkan face shield, Otoplasa ada beberapa contoh foto dari FB. Dimana face shield yang selama ini dikenakan di kepala, telah ada inovasi dikaitkan dengan gagang kacamata. Hanya saja face shield tipe ini perlu modifikasi khusus. (anto/03-06-2020)
















