Otoplasa.com – Mitsubishi Fuso Canter menjadi pilihan kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih. Kehadirannya sebagai solusi logistik tangguh penggerak ekonomi desa.
Kabupaten Lamongan kembali mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang merealisasikan dukungan armada transportasi untuk penguatan ekonomi desa. Langkah strategis ini ditandai dengan pendistribusian 50 unit truk Mitsubishi Fuso tipe 74 N (Canter) tahap awal untuk menunjang operasional logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memacu transformasi ekonomi arus bawah dengan memastikan kelancaran rantai pasok. Kehadiran armada Canter Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi jawaban konkret dalam mengatasi kendala distribusi hasil tani dan kebutuhan pokok yang selama ini membebani masyarakat desa.
Rekam Jejak Ketangguhan Fuso Canter
Pemilihan Mitsubishi Fuso Canter sebagai tulang punggung logistik koperasi didasarkan pada rekam jejak ketangguhannya. Kendaraan niaga ini unggul dalam aspek daya angkut, ketahanan mesin (durability), serta dukungan jaringan diler dan bengkel yang tersebar luas di seluruh pelosok. Selain itu, efisiensi konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan yang diklaim 15 persen lebih hemat dibandingkan kompetitor menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan usaha koperasi.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menekankan bahwa dukungan armada berkapasitas besar ini adalah kunci kemandirian ekonomi. “Dukungan armada angkutan ini diharapkan dapat mengatasi kendala distribusi yang selama ini dihadapi pelaku usaha desa. Jangkauan pemasaran produk desa akan semakin luas, distribusi lebih lancar, dan stabilitas harga terjaga,” ujar Pak Yes saat penyerahan simbolis di Alun-Alun Lamongan.
Penggunaan Fuso Canter di Koperasi Desa Merah Putih juga dinilai sangat efektif karena karakternya yang mampu menjangkau medan pelosok namun tetap familiar bagi para pengemudi lokal.
Pilar Penting Dukung 7 Unit Bisnis Koperasi
Secara administratif, sebanyak 474 KDKMP di Lamongan telah resmi berbadan hukum dan siap mengelola potensi wilayah masing-masing, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan sembako. Pemanfaatan truk Canter menjadi pilar penting untuk mendukung tujuh unit bisnis wajib koperasi, khususnya pada unit sistem pergudangan dan sarana logistik desa.
Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyatakan kesiapan TNI dalam mengawal program ini agar tepat sasaran. “Ketahanan ekonomi dimulai dari desa. Kami berkomitmen mendampingi masyarakat agar fasilitas negara ini dapat dimanfaatkan secara optimal demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Dengan sistem logistik yang tangguh, Koperasi Desa Merah Putih di Lamongan diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang modern, efisien, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. (boi)















