Lumajang (otoplasa.com) – Ada yang menarik ketika Otoplasa meliput balapan garuk tanah di Lumajang. Mulai dari Trial Game 76 hingga Kratingdaeng RMS Bold Kemerdekaan 73 Grasstrack & Motocross, yang masing-masing berlangsung di GOR Wirabhakti maupun Pantai Cemara Indah, hampir tim-tim yang tampil mempercayakan pada Daihatsu Granmax ataupun Luxio.
Kendaraan yang mampu memuat banyak barang bawaan tersebut difungsikan sebagai ‘motorhome’ ala balapan Formula 1. Tidak hanya mampu membawa 2 unit motor trail, melainkan juga difungsikan sebagai penarik kereta pengangkut motor. Bahkan sebagian ada yang digunakan untuk istirahat kru maupun mekanik.

Aris Setyo, kroser yang kerap langganan podium ini menjelaskan dia sengaja memilih Granmax karena daya muatnya yang besar. “Lumayan untuk membawa beberapa spare part hingga motor itu sendiri. Selain itu lumayan irit bahan bakarnya,” terangnya kepada Otoplasa.
Yang menarik beberapa tim sengaja melabur tampilan motorhome-nya lebih atraktif. Tidak hanya sisi luar bodi yang menempel beragam cutting sticker, melainkan juga pelek dengan ban berprofil lebar dan kembangan ala offroad. Tak ayal Granmax maupun Luxio ini seakan siap mengikuti kemana tujuan majikannya berlaga.
Budhy Lau, East Java Regional Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (DSO) di kesempatan terpisah mengaku bangga dengan dominasi Granmax dan Luxio di kalangan para kroser. Dia tak menampik sebagai minibus keluarga, MPV ini terkenal handal dan bisa menyesuaikan segala kebutuhan pemiliknya.
“Daihatsu Granmax dan Luxio terkenal lapang dan irit bbm. Salut dengan para tim motocross yang mempercayakannya dengan produk Daihatsu,” ujar Budhy sambil memberikan acungan jempol.
Di pasar otomotif nasional, sesungguhnya selain Granmax dan Luxio, sesungguhnya masih ada beberapa produsen otomotif lain yang menawarkan produk sejenis. Sebut saja Suzuki dengan Carry ataupun APV, Tata Ace dan Sokon Super Cab. Hanya saja rata-rata berupa pick-up. Sesungguhnya ada lawan sebanding di kelas minibus, yaitu Nissan Evalia. Sayangnya sudah discontinue dan tak menyediakan varian blind van. (anto)











