Otoplasa.com – Honda Aircraft Company mencatat sejarah baru di dunia penerbangan. HondaJet sukses menjadi yang pertama melakukan penerbangan dengan bahan bakar minyak (bbm) 100% Sustainable Aviation Fuel (SAF) tanpa etanol.
SAF yang bisa diartikan sebagai bbm penerbangan berkelanjutan (SAF), berhasil mengantarkan HondaJet melambung tinggi ke atas awan. Pesawat jet bisnis ringan bermesin ganda itu mendarat dengan sukses di markas besar Honda Aircraft Company, Piedmont Triad International Airport, Amerika Serikat.
Uji terbang memakai HondaJet diisi bahan bakar campuran Hydroprocessed Esters and Fatty Acids Synthetic Paraffinic Kerosene (HEFA-SPK) dan Hydrodeoxygenated Synthetic Aromatic Kerosene (HDO-SAK). Pesawat yang lepas landas dari area Greensboro tak menemui kendala hingga sampai ke tujuan.

Puncak Penelitian Honda Aircraft Company
Dengan keberhasilan memakai bbm 100% SAF, menjadi puncak dari penelitian panjang tim insinyur Honda Aircraft Company bersama GE Honda Aero Engines. Yang merupakan perusahaan patungan antara General Electric dan Honda yang merancang serta memproduksi mesin HF120 untuk HondaJet.
Sebelumnya, HondaJet yang beroperasi di seluruh dunia telah menggunakan campuran SAF hingga 50%. Pada 2022 dan 2023, GE Honda Aero juga berhasil menguji mesin HF120 di darat menggunakan campuran 100% SAF, membuktikan kesiapan teknologinya.
“Kami bangga tim insinyur Honda Aircraft dapat menunjukkan kemampuan HondaJet terbang dengan bahan bakar SAF 100%,” ujar Amod Kelkar, Senior Vice President dan Chief Commercial Officer Honda Aircraft Company.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Honda menuju dekarbonisasi penuh pada 2050,” imbuhnya.
Jet Paling Efisien
Desain aerodinamis HondaJet yang menjaga laminar flow pada bodi pesawat menjadikannya jet paling efisien di kelasnya selama satu dekade terakhir. Teknologi tersebut meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 20% dibandingkan pesaing sekelas.
Atas inovasi ramah lingkungannya, Honda Aircraft Company meraih Sustainable Flight Department Accreditation dari National Business Aviation Association (NBAA) pada Oktober 2024.
Honda Aircraft Company merupakan anak perusahaan penuh dari American Honda Motor Co., Inc. yang fokus pada riset, pengembangan, dan produksi pesawat HondaJet Elite II. Berdiri sejak 2006 di North Carolina, perusahaan ini telah mengirim lebih dari 250 unit HondaJet ke pelanggan di seluruh dunia hingga 2024.
Selain itu, Honda Aircraft tengah menyiapkan HondaJet Echelon, pesawat 11 penumpang yang akan melengkapi lini produk HondaJet Elite II.
Tentu ada pertanyaan menarik, apakah SAF mengandung Etanol yang kini jadi pembicaraan hangat di Tanah Air?
Asal tahu saja, bahan bakar Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang digunakan HondaJet tidak mengandung etanol. SAF dibuat dari minyak nabati, limbah lemak hewani, dan sisa bahan organik melalui proses hidroproses (HEFA-SPK) dan deoksigenasi (HDO-SAK).
Sebagai perbandingan, etanol umumnya digunakan pada bahan bakar kendaraan darat seperti E10 atau E85, bukan untuk penerbangan jet. SAF memiliki sifat kimia mirip minyak tanah (kerosene), sehingga lebih cocok untuk mesin turbin pesawat.
Dengan kesuksesan uji terbang ini, Honda Aircraft menunjukkan langkah nyata menuju masa depan penerbangan lebih bersih dan berkelanjutan. (boi)









