Inden Mitsubishi Xpander Lebihi Target

Surabaya – Kehadiran Mitsubishi Xpander mendapatkan respon yang sangat positif di Jawa Timur. Bahkan indennya telah mencapai 600 unit, seperti penuturan Heru Siswantoro, Section Head East Java, Bali dan NTB PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB).

“Di Jawa Timur kami menargetkan penjualan sebulan bisa mencapai 550 unit atau menguasai pangsa pasar LMPV sebesar 20 persen,” jelas Heru.

Dia memaparkan inden sudah terjadi sesaat setelah seri dari segmen low multipurpose vehicle (LMPV) dikenalkan. Di Surabaya, Xpander hadir dengan lima harga, diantaranya GLX (Rp 194,3 juta), GLS (Rp 213,8 juta), Exceed (Rp 219,8 juta (MT)) dan Rp 230,2 juta (AT). Khusus tipe Sport (Rp 242,4 juta) dan Ultimate (Rp 250,6 juta). Khusus Ultimate dan Sport menggunakan ban 16 inchi. Lalu dari segi interior seperti jok, dan eksteriornya juga ada perbedaan dengan tipe GLX dan GLS.

“Untuk mesin 100 persen baru, tidak ada pengembangan mesin dari produk Mitsubishi sebelumnya,” imbuh Heru.

Diklaim sebagai mesin baru, dari penelusuran Otoplasa via Wikipedia sebenarnya tidak juga. Mesin berkode 4A91 sebenarnya di Jepang sendiri telah digunakan pada Mitsubishi Colt (2004) dan Lancer (2007). Awalnya mesin ini merupakan hasil kerjasama Mitsubishi dan Mercedes (Daimler Chrysler) yang dibuat di MDC Power Gmbh – Germany. Termasuk dibuat di China pula oleh Shenyang Aerospace Mitsubishi.

Jadi jangan heran beberapa mobil beragam merek, terutam di China seperti Smart Forfour (2004-2006), Haima 2 (2011), Brilliance fsv (2011), Soueast v3 (2014), Yema T70 SUV (2017) dan Soueast DX3 (2017) memakai mesin ini.

Khusus Expander yang berkapasitas 1.500 cc mampu mengeluarkan daya 104 PS dan torsi 141 Nm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda depan via 5 tingkat percepatan (transmisi manual) atau 4 percepatan (otomatis). Karena berpenggerak roda depan, Xpander bakal bersaing dengat Honda Mobilio maupun BR-V, termasuk dengan Suzuki Ertiga.

Sementara lawan yang berpenggerak roda belakang, diantaranya Toyota Avanza, Daihatsu Xenia maupun Wuling Confero S. Oh ya bila rata-rata lawannya sudah menganut dual VVT-i, maka mesin Xpander ternyata masih single continuous VVT (intake only)! Artinya bisa jadi konsumsi bbm para pesaingnya yang telah menganut dual VVT-i akan lebih irit. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *