Inovasi BBM Diesel USU Pesaing Dexlite dan Pertamina Dex

Solusi Ramah Lingkungan

Otoplasa.com – Inovasi bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin diesel dari Universitas Sumatera Utara (USU) berpeluang menjadi pesaing Dexlite dan Pertamina Dex. Bukan hanya menjadi solusi ramah lingkungan, menariknya bisa diterapkan untuk segala jenis mesin diesel.

Alhasil stigma mesin diesel yang identik dengan asap hitam pekat dan bau menyengat kini mulai terpatahkan. Berkat terobosan Tim peneliti Fakultas Teknik USU yang sukses mengembangkan inovasi bahan bakar diesel masa depan.

Inovasi ini digagas oleh Prof. Dr. Ir. Tulus Burhanuddin Sitorus dan Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur. Riset mereka telah menembus jurnal internasional bereputasi, Applied Energy.

Dual Fuel dan Partikel Nano
Teknologi bbm diesel USU ini mengandalkan strategi bahan bakar ganda (dual-fuel) dan penggunaan teknologi partikel nano. Hasilnya, performa mesin meningkat drastis sekaligus menekan emisi gas buang secara signifikan.

Jika diproduksi massal, bahan bakar ini diprediksi menjadi pesaing kuat produk komersial seperti Pertamina Dex maupun Dexlite. Keunggulannya terletak pada efisiensi termal yang jauh lebih tinggi dibandingkan solar murni di pasaran.

“Campuran amonia dan hidrogen mampu meningkatkan efisiensi termal hingga 42 persen dibanding solar murni,” ujar Prof. Tulus.

Menurutnya, campuran tersebut menghasilkan pembakaran yang lebih stabil dan hampir tanpa emisi karbon dioksida sama sekali. Hal inilah yang membedakan bbm diesel USU dengan solar konvensional yang masih memproduksi emisi karbon tinggi.

Rahasia performa tinggi ini terletak pada penggunaan nano-additives seperti Aluminium oksida dan Cerium oksida. Partikel berukuran nano ini berfungsi sebagai katalis mikro untuk menyempurnakan proses atomisasi bahan bakar.

Emisi Berkurang 20 Persen
Butiran bahan bakar menjadi lebih halus sehingga terbakar sempurna tanpa menyisakan gas beracun. Emisi karbon monoksida dan hidrokarbon pun terbukti berkurang lebih dari 20 persen melalui metode ini.

Dr. Taufiq Bin Nur menjelaskan bahwa inovasi ini menyatukan berbagai bahan bakar alternatif secara cerdas. Mereka menggabungkan biodiesel, metanol, hingga hidrogen untuk saling menutupi kelemahan masing-masing karakter bahan bakar tersebut.

“Kami menyatukan berbagai bahan dan mengatur bagaimana mereka bekerja bersama secara efisien,” jelas Dr. Taufiq.

Menariknya, teknologi ini sangat realistis untuk diterapkan pada infrastruktur mesin diesel yang sudah ada saat ini. Pemilik kendaraan tidak perlu mengganti mesin secara total untuk menikmati performa bersih layaknya mesin modern.

Bagi pengamat otomotif, temuan ini menjadi angin segar bagi sektor logistik dan transportasi massal di Indonesia. Inovasi dari kampus hijau Medan ini membuktikan bahwa teknologi ramah lingkungan mampu lahir dari tangan anak bangsa. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *