Safety Japan Instructors Competition 2018
Sidoarjo (otoplasa.com) – Untuk kali ketiga, Instruktur safety riding PT Mitra Pinastika Mulia(MPM) main dealer Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur kembali mendapat mandat sebagai wakil Indonesia di ajang Safety Japan Instructors Competition 2018. Sarana Safety Riding Center MPM yang terletak di Sedati, Sidoarjo menjadi Kawah Candradimuka para instruktur demi meraih prestasi membanggakan di Suzuka, Jepang yang akan berlangsung pada 18-20 Oktober.
Supaya kemampuan para instruktur semakin terasah, tersedia tiga unit motor diantaranya Honda Groom, CB400 dan NC700. Ketiga motor inilah yang akan digunakan sebagai ujian para instruktur di Negeri Matahari Terbit kelak.
Corporate Communication MPM Honda Jatim, Nur Azizah, Kamis (27/9) menjelaskan wakil Indonesia selalu menjadi langganan juara. Untuk itu mempertahankan prestasi atau hasil lebih baik menjadi target utama. “Kita pernah menjadi juara kedua, semoga tahun ini bisa menjadi yang pertama,” harap wanita ramah ini yang diamini pula oleh Hari Setiawan yang bersiap-siap menjajal unit motor tes safety riding.
“Targetnya juara satu,” timpal Hari yang mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari.
Di ajang The 19th Safety Japan Instructors Competition 2018, ada satu lagi wakil dari MPM yang tahun kemarin keluar sebagai juara. Dia adalah Fendrik Alam Pribadi yang kala itu berhasil menempati posisi kedua pada kategori grup C. Kendati telah mendapatkan pengalaman tahun lalu di Jepang, tetapi dia mengakui cuaca bisa sangat mempengaruhi.
“Jadwal lomba tiap wakil negara peserta itu sangat tepat waktu dan tidak terpengaruh cuaca. Andai saat kita tampil sedang ada angin besar atau hujan, tetap harus jalan dan tidak bisa ditunda,” terangnya.
Tantangan lainnya adalah layout jalur safety riding yang tak bisa diduga. “Panitia selalu melakukan perubahan layout lintasan. Untuk itu kita berlatih setiap hari di sini demi meningkatkan skill kami,” tutur Fendrik.
Tak ketinggalan riding posture dan keahlian melewati jalan yang sempit juga ikut dinilai. Termasuk melewati deretan cone dengan motor yang tak boleh tersentuh hingga roboh. Alhasil fasilitas Safety Riding Center MPM pun menjadi titik-titik cone yang tersebar.
Demi mengoptimalkan waktu dan menghitung catatan tempuh para instruktur yang berlatih, terpasang alat ‘Precision Time Base’ buatan Tag Heur, yang diletakkan di pinggir lintasan dan tersambung dengan laptop. Kendati cuaca di Sedati lumayan terik saat itu, para instruktur seakan tak kelelahan berusaha menciptakan waktu terbaik.
Yang menarik para instruktur safety riding MPM ini mengemban misi khusus untuk para pengguna jalan khususnya roda dua di Jatim. Mereka kerap membagikan ilmu dan keahliannya kepada para bikers, bagaimana berkendara aman dan nyaman di atas motor Honda. Tentu seiring dengan semakin mahirnya berkendara dengan baik di jalan raya, angka kecelakaan pun dapat dikurangi. (boi)


















