Otoplasa.com – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Timur mencatatkan kinerja positif dalam Layanan Santunan dan Program Pencegahan Kecelakaan Tahun 2025. Tercatat telah menyalurkan santunan Rp622,1 miliar hingga November 2025.
Demikain PT Jasa Raharja yang merupakan BUMN penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Penugasan tersebut dijalankan sesuai Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964.
Kedua regulasi mengatur pengelolaan dana Iuran Wajib dan Sumbangan Wajib SWDKLLJ. Dana tersebut disalurkan kembali kepada korban kecelakaan atau ahli waris yang sah.
Kinerja Penyaluran Santunan
Hingga 30 November 2025, Jasa Raharja Jawa Timur mencatat kinerja penyaluran santunan yang positif. Total santunan mencapai Rp622,1 miliar kepada 30.652 korban kecelakaan di Jawa Timur.
Santunan meninggal dunia diberikan kepada 4.696 korban dengan nilai Rp239,25 miliar. Sementara santunan luka-luka mencapai Rp382,92 miliar untuk 25.956 korban.
Capaian tersebut meningkat 1,25 persen dari sisi nilai santunan dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah penerima santunan juga meningkat sebesar 1,49 persen secara tahunan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan cepat dan tepat bagi seluruh korban kecelakaan,” ujar Tamrin Silalahi, Kepala Jasa Raharja Jawa Timur.

Penyelesaian Santunan Hanya 1 Hari
Dari sisi layanan, rata-rata penyelesaian santunan hanya 1 hari 0 jam pascakecelakaan. Capaian tersebut melampaui standar SLA perusahaan yang ditetapkan selama dua hari.
Kecepatan pelayanan didukung kerja sama dengan 359 rumah sakit di seluruh Jawa Timur. Kolaborasi tersebut memastikan penanganan korban berlangsung cepat dan transparan.
Selain pelayanan, Jasa Raharja Jawa Timur aktif mendorong pencegahan kecelakaan lalu lintas. Upaya tersebut sejalan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang keselamatan jalan.
Program pencegahan melibatkan Forum Komunikasi Lalu Lintas bersama pemangku kepentingan terkait. Edukasi keselamatan juga dilakukan melalui Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas.
Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat diberikan di wilayah rawan kecelakaan. Langkah tersebut bertujuan menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
Edukasi Publik
Edukasi publik dilakukan melalui layanan kesehatan gratis dan aksi simpatik keselamatan. Pesan keselamatan disebarkan melalui media sosial, RRI, dan angkutan umum.
Jasa Raharja juga menyalurkan hibah sarana keselamatan kepada mitra kerja strategis. Bantuan meliputi helm, rompi, rambu lalu lintas, hingga fasilitas keselelamatan penyeberangan.
“Kami percaya kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menurunkan angka kecelakaan,” tegas Tamrin.
Sinergi pemerintah daerah, kepolisian, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat. Upaya ini diharapkan meningkatkan keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. (dia)









