Krisis Chip Berpotensi Terulang, Industri Otomotif Terancam

China Batasi Pasokan Tanah Jarang ke Belanda!

Otoplasa.com – Di tengah kelesuan pasar otomotif nasional, kini datang ancaman global berupa kelangkaan chip semikonduktor. Itu karena China mulai menerapkan pembatasan pasokan tanah jarang ke Belanda.

Benar, Belanda mencemaskan China akan mengurangi pasokan tanah jarang. Dampak rivalitas sekutunya Amerika Serikat dengan Tiongkok dapat memicu krisis chip global, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Ketika itu wabah covid 19 datang dan banyak perusahaan melakukan pembatasan jam kerja. Akibatnya terjadi efek berantai hingga pasokan chip juga ikut terhenti dan menjadi komponen yang sangat terbatas.

Hanya saja kini berbeda. Belanda terpaksa berhadapan dengan dilema besar di tengah rivalitas ekonomi Amerika Serikat dan China. Negara Kincir Angin itu khawatir pasokan tanah jarang dari China terganggu, yang bisa memicu krisis chip global.

Tanah jarang merupakan bahan vital untuk memproduksi semikonduktor, kendaraan listrik, dan perangkat elektronik modern. China menguasai lebih dari 70 persen pasokan dunia, menjadikannya pemain utama dalam rantai pasokan global.

Belanda, yang dikenal dekat dengan Amerika Serikat, kini terjebak dalam tekanan politik dan ekonomi. Kebijakan ekspor perusahaan chip raksasa ASML banyak dipengaruhi kepentingan Washington terhadap Beijing.

AS menekan Belanda agar membatasi ekspor mesin litografi canggih ke China. Langkah itu bertujuan menahan kemajuan teknologi chip China, namun berdampak negatif pada industri global.

Krisis Chip Otomotif
Tanah jarang jadi primadona industri chip semikonduktor

Apa Itu Mesin Litografi?
Mesin litografi adalah alat utama dalam proses pembuatan chip semikonduktor. Mesin ini memproyeksikan pola sirkuit mikro ke permukaan wafer silikon dengan presisi nanometer.

Tanpa litografi, produsen chip seperti TSMC, Intel, dan Samsung tidak bisa membuat prosesor berkecepatan tinggi. Teknologi ini menentukan ukuran transistor dan efisiensi daya chip di perangkat elektronik modern.

Mengapa Hanya Belanda yang Memilikinya?
ASML, perusahaan asal Belanda, adalah satu-satunya produsen mesin litografi ekstrem ultraviolet (EUV) di dunia. Teknologi ini sangat kompleks dan melibatkan lebih dari 100 ribu komponen presisi tinggi dari berbagai negara. Bagi negara yang tertarik untuk berdikari, butuh puluhan tahun riset dan investasi besar untuk mengembangkan mesin EUV tersebut.

Dalam perjalanan bisnisnya, ASML bekerja sama dengan perusahaan Jerman Zeiss dan laboratorium Eropa dalam sistem optik super halus. Karena itu, hingga kini belum ada negara lain yang menandingi teknologi litografi ekstrem ultraviolet. Termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan masih berusaha mengejar kemampuan teknis setara ASML.

Ketergantungan Global dan Risiko Geopolitik
Belanda kini menyadari posisinya sangat strategis, namun juga rapuh. Ketika hubungan AS dan China memanas, pasokan tanah jarang dan komponen penting bisa terganggu. Jika ekspor tanah jarang China terhenti, produksi mesin litografi pun akan melambat. Asal tahu saja kinerja produksi ASML kini telah mengalami penurunan hingga 30 persen.

Jadi jangan kaget beberapa bulan ke depan, jika dibiarkan berlarut kondisi ini mengancam rantai pasokan chip global yang menopang industri otomotif dan elektronik dunia. Terlebih Amerika Serikat berupaya memperkuat posisi teknologinya dengan membatasi ekspor ke China.

Namun, langkah tersebut justru menekan sekutu seperti Belanda yang bergantung pada bahan baku global. Untuk itu Uni Eropa berupaya mencari alternatif sumber tanah jarang di luar China. Asal tahu saja, proses pengembangan tambang baru memerlukan waktu panjang dan biaya tinggi untuk mencapai kemandirian penuh.

Apakah Indonesia Juga Penghasil Tanah Jarang?
Indonesia termasuk negara yang memiliki cadangan tanah jarang cukup besar di Asia Tenggara. Endapan logam ini banyak ditemukan di Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tengah. Dimana tanah jarang di negeri kita sering muncul sebagai hasil samping dari penambangan timah.

Namun, pengolahannya masih terkendala karena keterbatasan teknologi pemurnian dan regulasi ekspor. Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengkaji strategi hilirisasi tanah jarang. Langkah ini dilakukan agar mineral strategis tidak hanya diekspor mentah ke luar negeri.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan asing sudah menunjukkan minat untuk bekerja sama mengolah tanah jarang di Indonesia. Namun, ekspor resmi dalam skala besar belum dilakukan karena masih tahap eksplorasi dan uji coba industri.

Jika berhasil dikembangkan, Indonesia berpotensi menjadi pemain penting dalam rantai pasokan global. Negeri ini bisa menjadi alternatif sumber tanah jarang di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Alhasil Belanda kini berada di persimpangan antara kepentingan ekonomi AS dan kebutuhan pasokan China. Ketidakseimbangan politik global bisa menciptakan efek domino yang memicu kelangkaan chip di masa depan. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *