otoplasa.com – Alih-alih bersama Yamaha segera mewujudkan gelar juara dunia, justru Maverick Vinales merasa apa yang dilakukannya sudah mentok. Dia pasrah kini mantan timnya yang lama, yakni Suzuki memiliki motor yang lebih yahud di lintasan.

“Motor Suzuki bisa belok lebih cepat saat di tikungan dan tidak banyak melebar. Itu tidak dapat dilakukan hanya dengan menarik gas lebih cepat. Semoga motor kami juga bisa melakukan dengan meningkatkan kemampuannya,” harap Vinales yang mengakui saat balapan di MotoGP Teruel tak sanggup mengimbangi kecepatan duo Suzuki, Joan Mir dan Alex Rins.
Walaupun secara matematis gelar juara dunia 2020 masih terbuka baginya yang kini mengoleksi 118 point, dimana tertinggal dengan Mir (137) dan Fabio Quartararo (123), Vinales seakan telah mengibarkan bendera putih. Apapun yang dilakukan ketika balapan tak cukup membawanya ke podium pertama alias kalah telak dengan motor Suzuki.

Terlebih Mir yang tak pernah meraih pole position, justru senantiasa tampil konsisten dengan senantiasa finish kedua maupun ketiga. “Mir saat balapan senantiasa berada di urutan kedua atapun ketiga dan dia sangat konsisten. Andai dia memulai start dari urutan terdepan, bisa-bisa dia yang memenangkan balapan,” yakin Vinales yang sebelumnya sempat digadang-gadang sebagai pembalap Suzuki masa depan.
Namun seakan nasi sudah menjadi bubur, mau tak mau pemilik nomor start 12 ini harus tetap berpikir keras untuk motornya. Walaupun dia yakin Yamaha M1 masih yang terbaik. “Yamaha itu adalah motor terbaik jika roda masih memiliki grip. Namun ketika saat balapan di pertengahan, mulailah grip itu hilang dan saya pun tak bisa apa-apa lagi,” sesal Vinales yang telah berulangkali mencoba berbagai cara dengan melakukan maping pengapian, engine brake, ataupun mengendarai secara agresif maupun halus.
Tak dipungkiri, apa yang dirasakan Vinales sama dengan yang dikeluhkan oleh Valentino Rossi. Bahkan jauh-jauh hari di musim sebelumnya, The Doctor memastikan motor Yamaha tak ramah dengan ban Michelin. Dimana ban senantiasa kehilangan daya cengkramnya di tengah jalannya balapan. (anto/28-10-2020)












