otoplasa.com – Ramai dibicarakan bahwa Valentino Rossi akan berlabuh di Tim Satelit Petronas Yamaha. Namun hingga kini kedua pihak belum mengumumkan secara resmi kepastian kerjasama kontrak.
Justru santer terdengar aroma tarik ulur yang bisa saja disebabkan berapa mekanik yang akan menemani Rossi di Petronas nanti ataupun gaji yang akan diterima. Pengamat MotoGP asal Italia, Carlo Pernat menjelaskan ada masalah saat Rossi ingin memboyong mekaniknya, tetapi Petronas Yamaha hanya membatasi dua orang.
“Negosiasi tampak alot bukan uang atau motornya. Tapi, mengenai personel yang bisa dibawa Rossi. Petronas memberinya kesempatan dua orang, yang mana bisa kepala mekanik David Munoz dan ahli telemetri Matteo Flamigni, tapi Valentino ingin lebih,” ulas Pernat.
Seperti diketahui saat ujicoba pramusim 2020 lalu, Rossi merasakan kecocokan dengan kru mekaniknya di tim pabrikan Yamaha. Hanya saja dihajar pandemi Covid-19 dan adanya kontrak Fabio Quartararo di Yamaha, mau tak mau performa Rossi di tahun ini tak terlihat di lintasan hingga dia harus bersiap mendapatkan tim selain pabrikan.
Kalau pembatasan mekanik yang diterapkan Petronas, bisa jadi tarik ulur akan semakin lama menunggu kiprah sisa waktu musim 2020. Artinya menunggu seperti apa penampilan Rossi bersama mekaniknya? Apakah masih bisa bersaing dengan deretan pembalap muda lainnya.
Untuk gaji Rossi pun pasti paham. Apa yang diterima di tim pabrikan dan satelit akan berbeda. Besar kemungkinan nilai kontraknya akan turun separuh atau harus siap turun gaji. Seperti diketahui gaji Rossi di Yamaha sebesar USD 10 juta atau setara Rp147 miliar per tahun. Jadi kalau di Petronas dia akan menerima USD 5 juta. Meskipun pendapatan Rossi lainnya masih tinggi khususnya dari para sponsornya. (anto/27-05-2020)















