Menakar Peluang Mazda Bermain Mobil Listrik Pertama, MX-30

Antara Idealisme & Jarak Tempuh

otoplasa.com, Jakarta – Berbicara Mazda, tak bisa terlepas dari sensasi mengemudi yang mampu memberikan kenikmatan bagi driver. Mengusung label sebagai merek premium di Indonesia, Mazda memang memberikan kesan tersendiri. Menjelang akhir tahun, pabrikan berlogo sayap camar ini memastikan diri bermain di mobil listrik pertama, dengan meluncurkan Mazda MX-30.

Mengusung kental filosofi Jepang berbunyi Jinba-Ittai yang memprioritaskan kesatuan antara pengemudi dan kendaraannya, serta KODO Design yang minimalis dan elegan, Mazda MX-30 datang melawan hegemoni beragam kendaraan listrik, baik dari Korea Selatan, China bahkan dari negeri asalnya sendiri, Jepang.

Hanya saja yang patut diingat, suka tidak suka, mobil listrik kini telah berkibar dengan lantang sebagai area yang dikuasai pabrikan Tiongkok. Tidak hanya memiliki keunggulan dari fitur dan teknologi terutama daya tempuh baterai, electric vehicle (EV) China benar-benar mampu menghipnotis sebagian besar konsumen di Tanah Air.

Mazda Mobil Listrik MX-30
Mazda MX-30 Resmi Menyapa Pasar Otomotif Tanah Air

Harga yang kompetitif di bawah Rp 500 juta dan didukung daya tempuh yang kini rata-rata bisa mencapai 400 km sekali full charge, mobil listrik China benar-benar mampu menjadi penguasa pasar mobil listrik di Indonesia. Hyundai yang kali pertama memasarkan mobil listrik bernama Ioniq pun, juga tergerus oleh produsen China. Apalagi pabrikan Jepang turut mengakui bahwa harga produknya masih belum mampu sekompetitif China.

Nah kini PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan distributor kendaraan Mazda, mencoba peruntungan dengan menawarkan Mazda MX-30. Mazda mengklaim ini adalah SUV dengan daya tarik tersendiri.

Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI, dalam konferensi pers pada tanggal 11 November 2024, di Mazda Indonesia Headquarters menyatakan Mazda MX-30 merupakan mitra dalam berkendara sehari-hari. “Dengan filosofi Jinba-Ittai yang memprioritaskan kesatuan antara pengemudi dan kendaraannya, serta KODO Design yang minimalis dan elegan, setiap detail Mazda MX-30 dibuat secara cermat agar perjalanan terasa lebih personal. Sebuah kendaraan yang semakin digunakan, semakin terasa keunikan dan kenyamanannya, seolah menjadi bagian dari diri pengemudi,” terang Ricky.

Selain itu filosofi KODO Design, tersajikan secara sempurna dalam Mazda MX-30. Tampilan luar Mazda MX-30 merupakan perpaduan antara kekuatan dan kesederhanaan, sehingga tak lekang oleh waktu.

Mazda Mobil Listrik MX-30
Mazda MX-30 Dibandrol Rp 860 Juta Dengan Jarak Tempuh 200 Km

Aksennya yang sederhana diibaratkan sebagai kanvas bagi pengemudi untuk mengekspresikan gaya unik mereka. Pada bagian depan dan belakang, Mazda MX-30 memiliki tampilan minimalis dengan desain lampu yang seolah terpahat (sculpted), menambah vitalitas pada eksteriornya yang kokoh.

Salah satu fitur menarik, Freestyle Doors, dirancang dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan dan keamanan, sehingga mendukung pergerakan dari penggunanya. Freestyle Doors memungkinkan penumpang untuk memiliki akses yang lapang untuk keluar-masuk kendaraan. Selain itu, Mazda MX-30 tampil dengan pilihan perpaduan dua warna yang semakin menonjolkan keelokan bentuk kabin ala coupe.

Interior Mazda MX-30 merupakan harmoni dari keberlanjutan dan tradisi. Wujud dedikasi Mazda pada keberlanjutan ditunjukkan dengan penggunaan material berbahan cork – yang secara langsung dapat membantu pengurungan zat emisi karbon dalam proses pemanenan material mentahnya. Lapisan cork ini diaplikasikan untuk meningkatkan keindahan gabus sekaligus memastikan daya tahannya untuk penggunaan di dalam mobil. Pemilihan material gabus tak lepas dari sejarah Mazda, yang berdiri pada tahun 1920 sebagai Toyo Cork Kogyo, yang merupakan pabrik produsen gabus.

Untuk menggugah rasa nyaman seolah dipeluk dalam kemewahan yang elegan, Mazda MX-30 menggunakan Premium Vintage Leatherette. Kulit vegan berkualitas tinggi dengan pola vintage yang indah ini menggunakan lapisan silikon yang tepat untuk menawarkan tekstur yang mewah dan nyaman saat disentuh

Mazda Mobil Listrik MX-30
Desain Pintu Tampil Beda Mengikuti Saudaranya Mazda RX-8

Pengemudi dimanjakan dengan desain floating console yang memudahkan pengendalian Mazda MX-30 dan display layar sentuh untuk mengontrol temperatur kabin kendaraan. Audio system dari Bose juga siap menemani perjalanan dengan 12-speaker yang diposisikan secara strategis untuk menghasilkan kualitas suara yang optimal. Ruang bagasi Mazda MX-30 yang lapang juga dirancang sesuai karakter postur tubuh manusia, memastikan proses memuat dan membongkar bagasi yang berat sekalipun dapat mudah dilakukan.

Dengan segala kelebihan fiturnya, Mazda MX-30 sangat yakin menempelkan harga dirinya mencapai Rp 860 juta. Itupun dengan mengandalkan motor berdaya 107 kW (145 ps) dan torsi 271 Nm, serta memiliki port pengisian cepat CCS2 dan baterai lithium-ion berkapasitas 35,5 kWh yang menawarkan jarak tempuh hingga 200 km (WLTP).

Bagi pecinta Mazda sejati mungkin kompensasi kenyamanan mengemudi bisa mengkover harganya. Namun bagi konsumen baru yang mulai menyukai mobil listrik, tentu harga dan kemampuan daya jelajahnya Mazda MX-30 bakal jadi pertimbangan utama. Mengingat mobil-mobil asal China juga tak mau kalah dalam mendesain mobil serta telah membawa beragam fitur yang tak kalah memikat.

Jadi kita tunggu saja laporan Gaikindo tentang hasil penjualan mobil listrik di bulan mendatang. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *