Otoplasa.com – Mercedes-Benz menggelar recall atau penarikan kembali terhadap 18 unit AMG E53 tahun produksi 2024-2025. Ditenggarai ada masalah pada rangkaian kabel di sistem transmisi yang berpotensi mobill sport ini kehilangan tenaga.
Demikian Mercedes-Benz Australia menarik kembali jajaran unit sportcar berlogo Affalterbach pada Mercedes-AMG. Asal tahu saja logo AMG yang terpampang bukan sekadar simbol performa, melainkan juga standar tertinggi dalam keandalan mesin.
Namun karena tetap buatan manusia, kabar mengejutkan datang dari Australia, di mana Mercedes-Benz AMG E53 terdampak masalah serius pada kabel. Tentu bagi para petrolhead, peristiwa recall pada lini AMG adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Divisi performa Mercedes-Benz ini dikenal dengan filosofi One Man, One Engine dan kontrol kualitas yang sangat ketat. Namun, temuan terbaru ini menunjukkan bahwa sekecil apa pun cacat produksi pada komponen pendukung dapat berdampak krusial pada performa di jalan raya.

Masalah Harness Transmisi: Risiko Kehilangan Tenaga Mendadak
Menurut rilis resmi dari Departemen Infrastruktur Australia, sebanyak 18 unit Mercedes-AMG E53 produksi tahun 2024-2025 teridentifikasi memiliki cacat manufaktur pada bagian wiring harness (rangkaian kabel) transmisi.
Masalahnya terdengar sepele namun berisiko fatal: kabel transmisi tersebut berpotensi bergesekan dengan poros penggerak depan (front drive shaft). Gesekan yang terus-menerus dapat merusak isolasi kabel dan menyebabkan kerusakan sistem kelistrikan.
“Hal ini dapat menyebabkan kehilangan tenaga gerak secara tiba-tiba saat mengemudi tanpa peringatan. Selain itu, kendaraan mungkin mengalami penurunan performa emisi,” tulis pernyataan resmi dalam nota recall tersebut.
Kehilangan tenaga secara mendadak saat mobil sedang dipacu dalam kecepatan tinggi tentu menjadi risiko keselamatan yang serius, baik bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Mengenal Monster Hybrid: Mercedes-AMG E53
Meskipun ada kendala teknis ini, tidak bisa dipungkiri bahwa AMG E53 tetaplah mahakarya teknologi. Di Indonesia, model ini menjadi incaran karena keseimbangan antara kemewahan kelas E-Class dengan performa buas AMG.
Berikut adalah spesifikasi teknis utama yang membuat mobil ini begitu spesial:
* Mesin: 3.0-liter Inline-6 Turbo dengan teknologi *Plug-in Hybrid*.
* Output Maksimum: Hingga 585 hp (bahkan mencapai 612 hp dengan *Race Start*).
* Torsi: 750 Nm.
* Transmisi: AMG SPEEDSHIFT TCT 9G.
* Akselerasi (0-100 km/jam): Sekitar 3,8 detik.
* Harga Estimasi (Indonesia): Mengingat statusnya sebagai mobil mewah berperforma tinggi, di pasar Indonesia Mercedes-AMG E53 dibanderol di kisaran Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar (Off-the-road), tergantung pada opsi personalisasi dan pajak barang mewah.
Langkah Perbaikan Gratis
Pihak Mercedes-Benz Australia berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan pelanggannya. Pemilik dari 18 unit yang terdampak akan dihubungi secara tertulis untuk menjadwalkan perbaikan di dealer resmi tanpa dipungut biaya alias gratis.
Bagi pemilik AMG di Indonesia, meskipun recall ini spesifik untuk wilayah Australia, ada baiknya untuk tetap melakukan pengecekan rutin di bengkel resmi Mercedes-Benz terpercaya guna memastikan wiring harness dan komponen mekanis lainnya tetap dalam kondisi prima. Mengingat status AMG yang langka dan sebagian besar datang dalam kondisi CBU, masalah terkena recall merupakan langkah preventif pabrikan. Hal ini justru menunjukkan tanggung jawab besar merek terhadap keselamatan penggunanya. (ton)









