Miris Penjualan Motor Listrik 2026

Konsumen Menunggu Kepastian Subsidi

Otoplasa.com – Miris, demikian angka penjualan motor listrik di Indonesia mengalami penurunan drastis sepanjang 2026. Kemungkinan besar akibat ketidakpastian kebijakan subsidi pemerintah.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menunjukkan penjualan hingga Agustus mencapai 18.900 unit. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan pencapaian 2024 yang mencapai sekitar 77.000 unit. Sementara itu, penjualan pada 2025 masih mampu bertahan sekitar 70.000 unit.

Meski pemerintah terus mendorong elektrifikasi kendaraan nasional, namun konsumen masih menahan pembelian motor listrik. Ketidakpastian subsidi menjadi salah satu faktor utama melemahnya pasar motor listrik sepanjang 2026.

Tahan Beli Motor
Riolita, kepada Otoplasa menuturkan sudah ada keinginan untuk membeli motor listrik baru. Namun setiap kali datang ke berbagai dealer, selalu mendapatkan jawaban bahwa subsidi sudah tak ada lagi. Alhasil dia pun enggan untuk melanjutkan transaksi.

“Dulu pernah ditawari kalau ada subsidi. Namun saat didatangi ternyata sudah tidak ada,” tuturnya.

Alhasil dari pengalaman calon konsumen tersebut, mengambil sikap menunggu adalah pilihan terbaik. Sekaligus sambil menunggu perkembangan kebijakan pemerintah.

Kondisi dan fenomena wait and see menjadi hal yang lumrah. Calon pembeli berharap transaksi mereka mendapatkan potongan harga melalui program subsidi terbaru.

Infrastruktur Pengisian Masih Menjadi Kendala
Di sisi lain subsidi, keterbatasan infrastruktur turut memengaruhi keputusan masyarakat membeli motor listrik. Harus diakui fasilitas pengisian baterai dan stasiun penukaran baterai belum tersedia secara merata.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang membutuhkan mobilitas tinggi. Kekhawatiran terhadap jarak tempuh juga masih muncul karena akses pengisian belum merata.

Layanan Purna Jual Masih Dipertanyakan
Jaringan layanan purna jual juga menjadi perhatian konsumen motor listrik. Masyarakat masih mempertanyakan ketersediaan bengkel resmi ketika kendaraan mengalami masalah teknis.

Jangkauan layanan yang terbatas membuat sebagian calon konsumen memilih menunda pembelian. Ini menunjukkan faktor kepercayaan terhadap layanan purna jual menjadi bagian penting dalam perkembangan pasar.

Pembiayaan Motor Listrik Belum Optimal
Sektor pembiayaan turut menghadapi tantangan dalam mendorong penjualan motor listrik. Pemerintah telah berkoordinasi dengan bank Himbara untuk memperluas akses pembiayaan kendaraan listrik.

Namun, implementasi pembiayaan tersebut masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Kondisi ini menjadikan akses kredit belum sepenuhnya mampu mendorong penjualan motor listrik.

Pemerintah Siapkan Subsidi Rp5 Juta
Pemerintah kini menyiapkan kebijakan baru untuk kembali meningkatkan minat masyarakat terhadap motor listrik. Subsidi pembelian motor listrik direncanakan mencapai Rp5 juta untuk setiap unit.

Nilai tersebut mengalami penyesuaian dari rencana sebelumnya sekitar Rp3 juta. Kebijakan tersebut masih menunggu penyusunan Peraturan Menteri Keuangan atau PMK. Dimana kepastian regulasi menjadi kebutuhan penting bagi industri dan konsumen.

Pemerintah juga menyiapkan insentif bagi produsen yang mampu mencapai kapasitas produksi besar. Syaratnya, perusahaan harus berasal dari Indonesia dan menjalankan produksi penuh di dalam negeri.

Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat industri sekaligus mempercepat pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional. Terutama bagi konsumen, kepastian subsidi menjadi faktor penting sebelum menentukan waktu pembelian. Sementara bagi industri, kepastian regulasi dibutuhkan untuk menjaga investasi dan keberlangsungan pasar. (Amin Setyobudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *