Mitsubishi Xpander Iritnya Kebangetan Gara-Gara Ini!

Dalam Kota Perliter 18–19 Km

Otoplasa.com – Sudah punya Mitsubishi Xpander? Pasti konsumsi bahan bakarnya tak akan pernah perliternya mencapai jarak 18-19 km. Namun di negeri tetangga Thailand, itu hal yang wajar karena di sana Xpander telah hadir varian HEV alias hybrid!

Ya, Mitsubishi HEV resmi debut di Thailand, dengan harga mulai Rp 365 juta. Mitsubishi Motors telah resmi meluncurkan Mitsubishi Xpander HEV. Model ini menjadi debut global perdana.

Mobil keluarga 7 penumpang tersebut menggunakan mesin hybrid. Produksi perdananya juga dilakukan di pabrik Mitsubishi Thailand. Harga Mitsubishi Xpander HEV dibanderol mulai 833.000 – 861.000 Baht atau sekitar Rp 365 juta – 377 juta.

Mitsubishi Xpander Iritnya Kebangetan
Gara-gara teknologi HEV, konsumsi bbm Mitsubishi Xpander iritnya luar biasa

Mitsubishi Xpander HEV Laris Manis
Sejak diperkenalkan, Mitsubishi Xpander HEV langsung mendapat respons positif. Dalam satu bulan, penjualannya menembus 4.000 unit. Keunggulan Xpander HEV bukan hanya desain modern. Sistem hybrid menjadikannya lebih hemat dan unggul dari para pesaing.

Demi membuktikannya, Mitsubishi telah menguji jalan di Thailand. Mitsubishi mengadakan uji jalan rute Bangkok–Bangsaen. Model yang diuji adalah Xpander Cross HEV. Perbedaan dengan Xpander HEV standar hanya pada aksesoris eksterior. Tinggi bodi dan mesin tetap sama.

Suspensi disesuaikan dengan bobot tambahan 165 kilogram akibat baterai hybrid. Hasilnya, bantingan lebih empuk di jalan kasar. Untuk kabin terasa lega dan nyaman, terutama perjalanan jauh. Posisi duduk tinggi membuat visibilitas semakin baik.

Fitur AC juga bekerja optimal. Penumpang baris ketiga tetap sejuk meski mobil tanpa kaca film. Ungkapan jurnalis disana membuktikan kekedapan kabin cukup baik. Namun, pada kecepatan di atas 100 km/jam, terdengar suara angin dari roof rail.

Mesin 1600 cc dan Motor Listrik
Mitsubishi Xpander HEV menggunakan mesin bensin 1,6 liter 4A92 DOHC 16 valve MIVEC. Tenaga mesin 95 PS dengan torsi 134 Nm. Motor listrik menambah daya hingga total 116 PS dan torsi 255 Nm.

Penggerak roda depan dipadukan dengan sistem Active Yaw Control. Selain itu terdapat tujuh Mode Berkendara, meliputi:
* Normal Mode untuk penggunaan harian.
* Wet Mode untuk jalan basah.
* Gravel Mode untuk jalan berbatu.
* Tarmac Mode untuk aspal.
* Mud Mode untuk medan berlumpur.
* EV Mode menggunakan tenaga listrik penuh.
* EV Charge Mode untuk isi ulang baterai saat berkendara.

Nah ini yang penting. Dalam pengujian tiga penumpang, konsumsi rata-rata 15–16 km/liter. Dengan gaya berkendara hemat, konsumsi bbm bisa mencapai 18–19 km/liter di dalam kota. Khusus menggunakan mode EV penuh, mobil ini mampu melaju hingga 10 kilometer hanya dengan listrik.

Alhasil di sesi test drive, para jurnalis Thailand menyimpulkan bahwa Xpander Cross HEV terbukti nyaman untuk penggunaan harian. Sistem hybrid bekerja mulus dengan opsi mode berkendara yang beragam.

Kelebihan utama ada pada fitur Mud Mode. Meski berpenggerak roda depan, mobil tetap sanggup melintasi jalan berlumpur ringan. Jadi Xpander Cross HEV menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang belum siap beralih ke mobil listrik penuh.

Bagaimana peluang ke Indonesia?
Otoplasa pernah berbincang dengan pihak Mitsubishi Indonesia, telah tertarik untuk mendatangkan versi yang HEV ke Tanah Air. Hanya saja jika harganya telah mencapai Rp 365 juta – Rp 377 juta, maka besar kemungkinan di sini bisa Rp 400 jutaan lebih.

Di sisi lain, dengan kapasitas mesin 1,6 liter, ada konsekuensi penerapan pajaknya lebih tinggi dibandingkan yang 1,5 liter. Harapannya insentif hybrid dari Pemerintah, akankah membikin harga Mitsubishi Xpander HEV lebih kompetitif?
Jika tak ada, sungguh berat bagi Xpander HEV bermain di harga Rp 400 juta ke atas. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *