Naikkah Target Daihatsu di GIIAS Surabaya?

150 SPK (2017) dan 200 SPK (2018)
Surabaya (otoplasa.com) – Kurang sehari pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di Surabaya, PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation (Al-DSO) Jawa Timur menggelar jumpa pers di hadapan para media. Menyambut even otomotif tahunan terbesar di Kota Pahlawan, Daihatsu menargetkan 200 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

“Kami menargetkan 200 SPK selama 9 hari pameran,” kata Kepala Cabang Astra Daihatsu Waru, Michael Hendro di Grand City, Jumat (14/9).

Dibandingkan tahun lalu, target yang dicanangkan adalah 150 SPK dengan pencapaian 164 SPK. Artinya pabrikan otomotif berlambang Huruf D ini sukses melebihi target yang telah ditentukan.

Dari 150 menjadi 200 SPK, sepintas memang ada penambahan target. Namun jika dicermati, bagi Otoplasa sesungguhnya Daihatsu ‘cukup’ berhati-hati mengingat pergolakan Rupiah terhadap Dollar yang terkadang liar namun sontak kembali tenang, lalu terulang lagi. Dimana hasil akhirnya lebih sering mata uang kita yang terpuruk dan sulit kembali di bawah Rp 14 ribu per 1 USD!

Kembali terhadap kenaikkan target dari 150 SPK menjadi 200. Tahun lalu GIIAS Surabaya berlangsung 20-24 September 2017 (5 hari), sedangkan tahun ini dimulai 15-23 September (9 hari). Kalau bermain matematika dan bercermin target tahun lalu, berarti sehari harus mencapai 30 unit. Nah jika diterapkan pameran selama 9 hari, mau tak mau hitungan yang keluar adalah 270 SPK (wih cukup besar).

Apakah ini realistis di saat kondisi sekarang?
Tentu target 270 lumayan berat. Otoplasa sempat berbincang dengan beberapa pengamat otomotif dan ekonomi, saat ini banyak orang yang kecenderungan menahan dananya demi membeli sesuatu, termasuk mobil. Bila itu belum perlu sekali, maka dana lebih baik tersimpan, atau dengan kata lain wait and see. Ditambah semakin dekatnya gambaran suasana politik menjelang Pilpres tahun depan, yang dapat kita rasakan saat ini, semakin klop saja makin sulit mengajak masyarakat membeli kendaraan baru.

Walaupun iklim ekonomi maupun politik sering disebut kondusif, Otoplasa tak menampik daya beli di masyarakat masih sulit terangkat. Terngiang barusan upaya Pemerintah yang menaikkan pajak impor masuk bagi mobil-mobil CBU bermesin 3.000 cc ke atas dan motor CBU 250 cc ke atas hingga 190%. Meski kita tak berencana membeli mobil maupun motor ber-cc yang lebih besar, efek psikologis ‘peringatan’ dari Pemerintah demi mengamankan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, telah menunjukkan bakal ada signal tanda tanya dan defense bagi para calon konsumen untuk bersiap diri. Intinya konsumen akan berpikir berkali-kali demi memutuskan jadi tidaknya untuk membeli kendaraan baru.

Alhasil 200 SPK merupakan selubung kabut bagi Daihatsu, bahwa target kali ini adalah lebih realistis karena menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *