otoplasa.com – Wuling Motors (Wuling) Indonesia telah resmi membuka pemesanan Wuling Air ev. Sejatinya mobil listrik ramah lingkungan itu di negara asalnya tersedia 2 pilihan, yakni 2 jok dan 4 jok. Khusus di Indonesia, 4 kapasitas tempat duduk yang dipasarkan.
Berkat perbedaan jumlah jok, secara otomotis dimensinya pun berbeda, termasuk dengan jarak sumbu rodanya. Intinya ada Wuling Air EV versi sumbu panjang dan sumbu pendek.

Berikut perbedaan dimensinya:
1. Wuling Air ev 4 jok
Yang dipasarkan di sini menganut dimensi panjang x lebar x tinggi dengan ukuran 2.974/1.505/1.640mm dengan jarak sumbu roda 2.010mm dan tata letak dua pintu, empat kursi.
2. Wuling Air ev 2 jok
Untuk yang versi sumbu pendek berukuran 2.599/1.505/1.631mm dengan jarak sumbu roda 1.625mm dan sama berdesain dua pintu dengan dua tempat duduk.
Untuk tenaganya, Wuling Air ev mengusung satu motor, dengan pilihan daya maksimum 30 kW dan 50 kW, yang memakai baterai lithium besi fosfat. Nah di sini Wuling Motors Indonesia menawarkan dua pilihan harga, yaitu masing-masing Rp 250 juta dan Rp 300 juta.
Entah apakah yang termurah itu memakai motor 30 kW dan yang termahal menggunakan tenaga 50 kW?
Mengingat Wuling menyebutkan dua tipenya juga disebut Standar Range dan Long Range. Yang masing-masing memiliki jarak tempuh 200 km dan 300 km.

Lalu pilih yang mana?
Saran Otoplasa karena berselisih Rp 50 juta dan beda kemampuan jarak tempuh hingga 100 km, maka lebih baik sekalian ambil Wuling Air ev tipe Long Range. Dengan jarak tempuh yang lebih jauh, setidaknya memudahkan dan tak was-was jika akan bepergian Jakarta-Bandung PP ataupun Surabaya-Malang-Batu PP.
Informasi lainnya yang berhasil Otoplasa himpun tentang Wuling Air ev adalah mobil ini telah menganut rekayasa perancangan arsitektur GSEV (Global Small Electric Vehicle) di China. Jadi sebangun dengan Mini EV, KiWi EV, dan Nano EV. Dimana merupakan pengembangan dari para insinyur SAIC-GM-Wuling.
Kehadiran Wuling Air ev juga menandai ekspansi kendaraan ini ke pasar internasional (Indonesia) atau disebut Wuling’s new energy vehicles (NEVs). Hal menarik lainnya SAIC-GM-Wuling di Tiongkok sana dalam siaran persnya menyebutkan suku cadang NEV atau Air ev telah dikirim ke Indonesia pada 24 Mei 2022 lalu (batch pertama). Selanjutnya dirakit dan diproduksi di anak perusahaan SAIC-GM-Wuling di Indonesia.
Sementara SAIC-GM-Wuling merupakan perusahaan patungan antara SAIC Group, General Motors dan Liuzhou Wuling Automobile, yang berkantor pusat di kota Liuzhou di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok barat daya. Di China sendiri, kendaraan berarsitektur GSEV, pada April 2022 telah terjual sebanyak 850 ribu unit. Jumlah yang sangat fantastis atau nyaris menyamai proyeksi penjualan seluruh mobil di Indonesia dalam setahun yang ditargetkan Gaikindo 900 ribuan.

Pada 2023 nanti, SAIC-GM-Wuling berharap bisa menjual GSEV hingga 1 juta unit. Semoga jumlah tersebut juga merupakan sumbangan penjualan dari Indonesia. Lalu berapa sih harga mobil-mobil Mini EV, KiWi EV, dan Nano EV di China?
Di sana semuanya berharga di bawah RMB 100.000 ($ 14.930). Jika dikalikan kurs rupiah sedollar Rp 15.000, maka berkisar Rp 224 juta. (boi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News















