otoplasa.com – Musim hujan sudah di depan mata. Bagi yang telah memasang kaca film gelap dan kesulitan mengamati pandangan ke depan ketika hujan deras menerpa kaca depan mobil, berikut ada tips dari Kalandoro Wanamulia Siantar, owner dari Maju Jaya Variasi, Jalan Kedungdoro No 149A – 151, Surabaya. Toko variasi otomotif yang merangkap sebagai diler resmi merek kaca film Maxpro, Premierline dan Wincos ini menjelaskan konsumen wajib lebih paham dan cerdas dalam memilih kaca film yang tepat.

“Kaca film sekarang ada beragam merek. Pilihlah yang teknologinya teruji dan banyak digunakan sebagai acuan oleh pabrikan otomotif. Selain itu perhatikan jaminan garansinya. Kaca film kualitas tinggi itu meski dari luar terlihat gelap, namun dari dalam tetap terlihat terang dan masih sangat jelas ketika terguyur hujan,” tutur Wana.
Oleh karena itu dia mewanti-wanti supaya konsumen memilih toko variasi otomotif yang terpercaya. “Jangan terperdaya dengan harga yang murah. Sebab kualitas kaca film menentukan keamanan dan kenyamanan penumpang itu sendiri,” ujarnya.
Dari pengamatan Otoplasa, wilayah Kedungdoro, Surabaya memang terkenal sebagai basis aftermarket beragam produk otomotif. Salah satunya adalah kaca film dimana selain terdapat puluhan toko variasi, juga ada penjaja kaca film ala pedagang kaki lima. Bayangkan ketika Otoplasa bersua dengan para pedagang kaki lima, mereka menawarkan beragam merek kaca film terkenal. Padahal rata-rata hanya bermodal gerobak atau pick-up.
Idealnya kaca film yang terjaga kualitasnya tidak harus dalam kondisi tertumpuk di dalam gerobak atau pick-up. Berbeda ketika memasuki toko variasi yang menawarkan kaca film, yang selalu tergantung dan tersimpan tergulung rapi. Dari perbandingan cara penyimpanan kaca film ini konsumen yang cerdas pun bisa membedakan.
Yang bikin geleng-geleng kepala, tak jarang pedagang kaca film kaki lima di Kedungdoro ini juga bertidak sebagai broker atau perantara. Andai konsumen mencari merek tertentu dan tak ada, maka mereka akan bersikap sebagai pengantar ke toko variasi yang menjual merek yang dicari. Alhasil harga akhir kaca film yang tiba ke konsumen bakal lebih mahal dari biasanya.
“Intinya konsumen harus yakin untuk masuk ke toko variasi yang dimaksud. Jangan terpancing dengan iming-iming yang nantinya harganya lebih tinggi,” wanti Wana.
Bahkan Wana mencontohkan pernah ada konsumen yang terlalu yakin, rupanya kaca film yang terpasang di mobilnya berasal dari berbagai merek. “Jadinya ketika konsumen memilih merek A, ternyata yang terpasang bisa merek lain, jadi di kaca depan atau samping bisa berbeda mereknya,” imbuhnya.
Atas dasar itulah Wana berpesan supaya konsumen memastikan keaslian produk kaca film yang diinginkan, dengan senantiasa meminta jaminan garansi keaslian produk. “Kaca film yang original selalu ada jaminan garansi, jika ada kerusakan atau apa-apa pada kualitas kaca film tersebut ada penggantian karena ada kartu garansi,” pungkasnya.
Nah kini bisa membeli kaca film original dengan tenang. (boi/20-11-2019)













