Otoplasa.com – Kehadiran pabrik BYD di Subang, Jawa Barat yang sempat didatangi ormas memicu perhatian publik nasional dan regional. Buktinya menjadi bisik-bisik negara tetangga, dimana media Paultan.Org asal Malaysia turut menyorotinya.
Iklim investasi yang penuh tantangan di Tanah Air menjadi perbincangan warga Negeri Jiran usai Paultan mengabarkannya. Diketahui selain Indonesia, BYD sempat menjanjikan bakal merakit kendaraannya di Malaysia.
Dimana BYD Malaysia mengumumkan Inokom Corporation milik Sime Motors sebagai mitra perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD). Pengumuman tersebut disampaikan sebulan setelah BYD Malaysia menyatakan penundaan rencana pembangunan fasilitas produksinya di Tanjong Malim. Proyek tersebut pertama kali diumumkan pada Agustus 2025.
Inokom Malaysia
Pabrik Inokom sendiri berlokasi di Kulim, Kedah, didukung oleh 100 persen tenaga kerja lokal. Hingga Juni tahun ini, perusahaan tersebut mempekerjakan lebih dari 2.700 karyawan.
Selain kegiatan perakitan kendaraan, Inokom juga melibatkan 370 pemasok lokal. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ekosistem industri otomotif Malaysia.
Yang menarik Inokom juga memproduksi kendaraan untuk tujuh merek otomotif, yakni BMW, MINI, Porsche, Mazda, Hyundai, Chery, dan Kia. Produksi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Struktur pemegang saham Inokom saat ini mayoritas dikuasai Sime Motors dengan kepemilikan sebesar 51 persen. Pemegang saham lainnya terdiri dari Sime Darby Hyundai sebesar 5 persen, Hyundai Motor Company asal Korea Selatan sebesar 15 persen, serta Bermaz Auto sebesar 29 persen.
Dinamika Rekrutmen Tenaga Kerja
Kembali ke BYD di Subang, untungnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani dinamika rekrutmen tenaga kerja di pabrik BYD Subang. Aksi penyampaian aspirasi organisasi masyarakat setempat memang sempat memicu perhatian publik nasional maupun regional.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya rekonsiliasi antara kepentingan produsen kendaraan listrik dan warga. “Penyelesaian masalah ini bukan hanya tanggung jawab Kemenperin semata,” ujar Sarmuji saat memberikan keterangan resmi.
Ia menambahkan koordinasi lintas lembaga pemerintah siap dilakukan demi menjaga kenyamanan iklim investasi nasional. Sementara itu Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar memastikan situasi operasional pabrik kendaraan listrik tersebut sudah kondusif.
Menurutnya Dinas Tenaga Kerja bersama Pemkab Subang berhasil memfasilitasi dialog konstruktif antara ormas dan pihak manajemen. “Pihak-pihak terkait sudah bertemu serta mendapatkan penjelasan secara transparan,” ungkap Adi Komar.
Platform Digital Nyari Gawe
Proses rekrutmen calon pekerja BYD memanfaatkan platform digital Nyari Gawe milik Pemprov Jawa Barat. BYD membuka sekitar 3.000 posisi pekerjaan dengan penyerapan awal melebihi 800 tenaga kerja lokal.
Artinya warga Kabupaten Subang tetap mendapatkan prioritas utama dalam penyaringan calon karyawan baru fasilitas manufaktur. Dimana Manajemen BYD tetap menerapkan kualifikasi ketat demi menjaga standar kualitas produksi serta keselamatan kerja global.
Yang wajib dipahami warga setempat, posisi teknis manufaktur membutuhkan keterampilan khusus sehingga seleksi butuh waktu untuk berjalan secara transparan dan profesional. Dan Disnaker Jawa Barat telah menyiapkan program pelatihan kompetensi khusus bagi warga di sekitar area pabrik.
Langkah strategis ini memastikan calon pekerja lokal memenuhi standar kebutuhan manufaktur kendaraan berteknologi tinggi. Diketahui kapasitas produksi pabrik Subang dirancang mencapai 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.
Fasilitas seluas ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 5.000 lebih tenaga kerja secara bertahap. Pemprov Jawa Barat mengimbau penyampaian aspirasi masyarakat selalu mengedepankan dialog kekeluargaan tanpa kegaduhan.
Kepastian hukum serta ketenangan investasi menjadi kunci utama keberlangsungan ekosistem industri otomotif Tanah Air. Untuk itu konsumen BYD di Indonesia tidak perlu khawatir terhadap kesinambungan pasokan unit maupun layanan purna jual. Yang memastikan komitmen investasi jangka panjang raksasa kendaraan listrik ini tetap berjalan solid di Jawa Barat. (Dian Novianto)








