Otoplasa.com – Pemerintah mulai menyiapkan pengembangan mobil nasional I2C dengan harga sekitar Rp300 jutaan. Langkah ini diarahkan untuk menyesuaikan diri dengan pasar otomotif Indonesia yang didominasi kendaraan terjangkau.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa harga menjadi fokus utama. “Mobil nasional harus terjangkau bagi mayoritas masyarakat,” ujar Airlangga, yang menyebut tantangan terbesar berada pada efisiensi produksi.
Presiden Prabowo Subianto juga disebut mendukung penuh proyek ini melalui alokasi anggaran khusus. Anggaran ini disiapkan untuk mempercepat riset dan pengembangan mobil nasional.
Industri Dalam Negeri Siap Produksi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memastikan industri dalam negeri sudah siap memproduksi mobil nasional. “Kapasitas industri kita sudah memadai,” kata Agus.
Agus menyebut konsep mobil I2C menjadi kandidat kuat untuk proyek mobil nasional. Model ini hadir dalam bentuk clay model skala penuh di GIIAS 2025 Tangerang lalu. I2C dinilai memiliki desain, teknologi, dan arah pengembangan yang sesuai kebutuhan Indonesia.
I2C Karya Anak Bangsa
I2C dikembangkan PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) sebagai mobil listrik konsep karya anak bangsa. Industri otomotif global bergerak menuju elektrifikasi, dan Indonesia ikut berinovasi melalui proyek ini.
TMI menggandeng desainer lokal dan Italdesign dalam proses pengembangan I2C. “Kami ingin menciptakan mobil listrik berkarakter Indonesia,” ujar perwakilan TMI.
I2C awalnya dibuat dalam bentuk mini pada 2023. Setelah penyempurnaan desain, prototipe 1:1 siap tampil di GIIAS 2025. TMI menargetkan produksi terbatas dimulai pada 2027.
I2C Jalur Komunikasi Antar Komponen
I2C atau Inter-Integrated Circuit adalah jalur komunikasi antar komponen elektronik. Sistem ini menghubungkan sensor dan microcontroller dalam kendaraan listrik.
Teknologi ini membantu BMS, sensor motor, pendinginan, sistem hiburan, dan modul charging bekerja efisien. Keunggulan I2C berada pada desain sederhana yang memakai dua kabel untuk banyak komponen.
Namun protokol I2C belum sekuat CAN bus untuk kebutuhan yang lebih kompleks. Tantangan keamanan data dan kompatibilitas perangkat tetap perlu diperhatikan.
Sentuhan Budaya Indonesia
I2C mengusung siluet tegas khas SUV modern. Sentuhan budaya Indonesia hadir melalui motif batik dan simbol Garuda pada garis bodi.
Desainer I2C menegaskan pentingnya identitas lokal. “Kami ingin desain ini tetap membawa karakter Indonesia,” ujarnya. Kehadiran I2C di GIIAS 2025 menjadi bukti keseriusan menuju mobil listrik nasional.
Harapan Industri Kendaraan Listrik
I2C memberikan harapan baru bagi industri kendaraan listrik Indonesia. Mobil ini diharapkan mendorong lahirnya inovasi lokal seperti baterai, software, dan charging station.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar EV Asia. Dengan riset berkelanjutan, industri nasional berpeluang menjadi pemain besar.
Mobil Nasional Bukan Hal Baru
Upaya menciptakan mobil nasional bukan hal baru di Indonesia. Proyek Timor pada 1990-an menjadi langkah paling ambisius. Namun krisis ekonomi 1998 menghentikan produksi.
Setelah itu, nama Esemka muncul sebagai harapan baru. Meskipun diluncurkan resmi, produksi massal belum terwujud luas. Proyek lain seperti GEA dan Tucuxi juga gagal mencapai tahap produksi besar.
Sejarah panjang ini menunjukkan bahwa mobil nasional masih menjadi mimpi kolektif bangsa. Karena itu, pemerintah menaruh harapan pada proyek I2C.
“Proyek ini tidak boleh gagal,” tegas Airlangga.
Harapan yang sama disampaikan Agus yang mengatakan, “Mobil nasional harus lahir di Indonesia.” (ton)









