Menyentuh, Permintaan Maaf Marco Bezzecchi Kepada Marshal

Sepasang Sarung Tangan Balap Dainese

Otoplasa.com – Sungguh menyentuh permintaan maaf tulus Marco Bezzecchi kepada marshal di GP Ceko. Sebagai wujud penyesalan, pembalap Aprilia Racing tersebut selain memeluk hingga mengusap air mata dengan bajunya, Bezzecchi turut memberikan sepasang sarung tangan balap Dainese.

Aksi Bezzecchi meminta maaf ini menjadi sorotan utama bagi para pecinta balap MotoGP di seluruh dunia. Insiden bermula saat motor Bezzecchi terjatuh pada sesi Sprint kemarin.

Marshal kemudian sigap bergerak untuk memindahkan motornya. Namun, saat hendak mendirikan motor, selongsong gas tidak sengaja ikut berputar. Akibatnya, mesin motor meraung sangat tinggi.

Khawatir Mesin Rusak
Bezzecchi langsung terpacu emosinya karena sangat khawatir mesin pacuannya mengalami kerusakan fatal. Luapan emosi spontan tersebut berujung pada tindakan fisik yang tidak terpuji kepada petugas lintasan.

Sadar akan kekeliruannya, pembalap asal Italia tersebut segera menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam. Sebagai wujud penyesalan, dia langsung memeluk erat petugas tersebut dengan penuh kehangatan.

Suasana haru menyelimuti paddock saat Bezzecchi mengusap air matanya dengan menggunakan bajunya sendiri. Tak hanya itu, Bezzecchi turut memberikan sepasang sarung tangan balap Dainese miliknya.

Pernyataan Resmi Bezzecchi
Melalui pernyataan resminya, pembalap nomor 72 ini mengakui kesalahan besarnya di pinggir lintasan.

“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh komunitas MotoGP atas perilaku saya terhadap marshal di pinggir lintasan,” ujar Bezzecchi.

“Saya juga minta maaf karena saya tahu betapa banyak usaha dan pengorbanan yang dilakukan para marshal untuk menjamin keselamatan kita. Perilaku ini seharusnya tidak terjadi dan tidak ada pembenaran untuk itu. Saya meminta maaf kepada semua orang, Aprilia Racing, dan semua penggemar saya,” pungkasnya.

Insiden Maverick Vinales
Kasus mesin meraung tinggi ini mengingatkan publik pada sejarah kelam Maverick Vinales saat masih membela Yamaha. Vinales kala itu dengan sengaja memutar tuas gas hingga motornya meraung sangat tinggi di saat kondisi mesin netral.

Dampaknya sangat fatal, Yamaha langsung melarang pembalap Spanyol tersebut untuk mengikuti balapan lagi. Skandal internal itu memaksa Vinales keluar dari Garpu Tala dan akhirnya resmi pindah ke Tim Aprilia.

Bila Vinales dengan sengaja melakukannya, tentu berbeda dengan marshal di GP Ceko. Kemungkinan ke depan, bakal ada SOP bagaimana memindahkan motor yang terjatuh dengan kondisi mesin masih hidup.

Kendati demikian, akibat insiden di sirkuit Brno, Bezzecchi dijatuhi sanksi larangan mengikuti balapan utama pada hari Minggu. Meskipun demikian, sikap ksatria dengan mengakui kesalahan langsung ini diharapkan mampu meredam ketegangan di komunitas MotoGP. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *